Pelatihan Aseptic Dispensing Obat Intravena Admixture
Bagi Tenaga Kesehatan

Sebagai Pusat Kanker Nasional, dengan misi dalam bidang pendidikan yaitu “Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang kanker”, RS Kanker Dharmais melalui Substansi Pendidikan dan Penelitian rutin melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan di bidang kanker bagi para tenaga kesehatan. Berbagai tema pelatihan sudah dilaksanakan termasuk yang baru saja dilaksanakan yaitu pelatihan Aseptic Dispensing Obat Intravena Admixture bagi Tenaga Kesehatan.

Pelatihan ini sangat penting diikuti bagi apoteker dan asisten apoteker yang akan melakukan rekonstitusi obat kanker, agar memahami terlebih dahulu dasar hukum dan standar sentralisasi penanganan obat kanker, ilmu dasar pengobatan kanker, cara menghitung dosis kemoterapi, teknik aseptis merekonstitusi obat kanker dengan aman.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 25 peserta dari berbagai rumah sakit di Indonesia, di antaranya RS Bakti Timah Muntok Bangka Belitung, Rumah Sakit Khusus Bedah RSOP Ciamis , RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, RSUD Prembun Kabupaten Kebumen, SMC RS Telogorejo Semarang, RSUD Bayu Asih Purwakarta, RS Cinta Kasih Tangerang Selatan, RS Graha Husada Bandar Lampung, RS Sentra Medika Minahasa Utara, RS Medika Stannia Sungiliat Bangka Belitung, RS IZZA Cikampek (Karawang), RS Yadika Pondok Bambu Jakarta Timur, RS Charitas hospital belitang, RS Pusat Pertamina (Jak-Sel), RS Mitra Masyarakat Timika-Papua.

Tujuan yang ingin dicapai yaitu peserta yang telah mengikuti pelatihan ini mampu melaksanakan aseptic dispensing di Rumah Sakit sesuai kewenangannya, mampu melakukan penentuan ketepatan dosis dalam pelayanan obat intravena admixture, mampu melakukan pelayanan obat intravena admixture, mampu melakukan quality assurance dalam pelayanan obat intravena admixture.

Pelatihan ini diselenggarakan di Ruang Kuliah Substansi Pendidikan dan Penelitian RS Kanker Dharmais, pada tanggal 22 Februari 2022 sampai dengan 2 Maret 2022, dengan metode pelatihan dilaksanakan secara daring untuk teori pelatihan dan luring untuk praktek lapangannya, serta tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.