Hidup adalah Kesempatan, Jadilah Pendonor Trombosit Bagi Pasien Kanker

Banyak orang berjuang pada saat pandemi Covid-19 ini. Pasien berjuang melawan penyakitnya, demikian juga keluarga berjuang dengan segala daya upaya. Petugas rumah sakit berjuang dengan sabar melayani pasien.

"Ada satu lagi pejuang, seperti Pak Bramintyo, orang yang lebih dari 200 kali donor apheresis," ucap Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Soeko Nindito, Jum'at (2/10/2020) kemarin di Unit Transfusi Darah RS Kanker Dharmais.

Pak Soeko, begitu ia biasa dipanggil, pertama kalinya melakukan donor apheresis atau trombosit bagi pasien kanker. "Kalau donor darah merah sudah sering banget," jelasnya. Usai donor, Pak Soeko berbincang dengan pendonor trombosit lainnya, diantaranya Pak Bramintyo. Pria yang tinggal di Bekasi ini rutin donor apheresis setiap dua minggu sekali.

"Hidup ini adalah kesempatan. Semoga banyak yang bergabung jadi pendonor trombosit, karena berdampak langsung pada kehidupan," kata Pak Bramintyo.

Apa beda donor darah dengan donor apheresis? Jika donor darah mengambil semua elemen darah, sementara donor apheresis hanya mengambil elemen tertentu seperti trombosit dan mengembalikan kembali elemen lainnya ke tubuh si pendonor.

Dalam sebulan, RS Kanker Dharmais membutuhkan 500 kantong trombosit. Setiap orang biasanya donor 1 kantong berisi trombosit sebanyak 300 cc. Satu kantong donor trombosit apheresis setara dengan 6 - 10 kantong donor darah biasa. Setiap kali donor membutuhkan waktu 1,5 jam hingga 2 jam. Donor apheresis ini sangat dibutuhkan pasien penderita kanker.

Untuk informasi dan pelayanan donor apheresis di RS Kanker Dharmais dapat menghubungi nomor telepon (021) 5681570 ex 2242 atau 2239.