Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP), DWP Kementerian Kesehatan mengadakan kegiatan bersama para pasien anak usia 5-10 tahun di RS Kanker Dharmais pada Rabu, 10 Desember 2025. Pada peringatan tahun ini, DWP mengusung tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”.
Ketua DWP Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Tanti Azhar Jaya, menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan sebagai organisasi istri ASN baru saja merayakan HUT ke-26 pada 7 Desember 2025. Dalam rangkaian peringatan tersebut, DWP Mengajar menjadi salah satu kegiatan utama yang bertujuan memperkuat peran dan kontribusi perempuan dalam pendidikan serta pembangunan karakter bangsa.
“HUT ke-26 kali ini menghadirkan program DWP Mengajar dengan tagline Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai aktivitas menarik digelar, mulai dari pemutaran video edukasi tentang makanan sehat, demonstrasi cara mencuci tangan yang benar oleh anggota DWP, hingga hiburan berupa permainan seperti game dan puzzle.
Para pengajar yang berinteraksi langsung dengan anak-anak merupakan Pengurus DWP Kemenkes yang sebelumnya telah mendapatkan pembekalan mengenai metode penyampaian edukasi kesehatan bagi anak-anak, termasuk untuk pasien anak dengan kanker.
“Karena pesertanya anak-anak, kami menyampaikan materi dengan cara yang santai dan mudah dipahami. Mereka juga diajak menonton video edukasi dan bisa mendapatkan hadiah jika mampu menjawab pertanyaan dari video tersebut. Kami juga mengadakan lomba dan permainan yang mudah diikuti anak-anak,” terangnya.
Tanti berharap kegiatan DWP Mengajar dapat membantu membentuk anak-anak yang sehat, cerdas, dan bersemangat, terutama bagi mereka yang sedang berjuang melawan kanker.

Ketua DWP RS Kanker Dharmais, Nina Dinartin Soeko, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan pengabdian DWP dalam memberikan dukungan moral, pembelajaran, serta semangat baru bagi anak-anak pejuang kanker.
“Kebersamaan dengan para pasien dan keluarga memberikan makna mendalam, karena sejatinya pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga mengenai membangun karakter, memulihkan semangat, dan menyalakan harapan,” tambahnya.
Melalui kegiatan mengajar yang dilakukan dengan tulus, penuh empati, dan menggunakan pendekatan edukatif yang ramah anak, Nina berharap kegiatan ini dapat menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan dan penuh optimisme. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kehadiran negara melalui sentuhan humanis para anggota DWP.
Leave a Comment