RS Kanker Dharmais, sebagai Pusat Kanker Nasional, menggelar Puncak Acara HUT ke-32 pada Sabtu, 29 November 2025, di Auditorium Utama, Jakarta. Mengusung tema “Satu Hati dalam Keberagaman, Satu Tujuan Melawan Kanker”, acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan, meneguhkan komitmen, dan membangun semangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dan keluarga.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, hadir dan menyampaikan ucapan selamat atas ulang tahun ke-32 RS Kanker Dharmais. Ia mengapresiasi acara yang diselenggarakan karena selalu berbeda setiap tahunnya dan menyoroti pencapaian penting, yaitu pembangunan gedung baru yang sudah berdiri. Hal ini menjadi langkah menuju penyatuan tiga rumah sakit (RS Kanker Dharmais, RSAB Harapan Kita, dan RSJPD Harapan Kita) menjadi satu kompleks rumah sakit yang besar.
“Mudah-mudahan kompleks ini nantinya bisa menjadi sebagus MD Anderson Cancer Center. Saat saya datang ke sana, ada tiga kluster layanan disana, yaitu anak, jantung, dan kanker. Harapannya ke depan semua bisa menjadi satu kompleks yang baik, dan semoga tahun depan penggabungan ini mulai bisa terlaksana. Inilah keunggulan RS Kanker Dharmais,” ujarnya.
Selain itu, RS Kanker Dharmais juga terbuka untuk melakukan berbagai inovasi baru, termasuk prosedur transplantasi sumsum tulang (bone marrow transplant), termasuk bagi pasien anak. Menurut Budi, keberhasilan prosedur ini pada pasien anak dapat terus ditingkatkan dengan memperkuat kerja sama dan kolaborasi bersama para spesialis medis yang terkait.
“Inilah keunggulan RS Kanker Dharmais, karena sudah berhasil menjalankan prosedur ini dan membantu menyelamatkan pasien melalui bone marrow transplant. Itu luar biasa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Menkes Budi menyampaikan pencapaian lain dari RS Kanker Dharmais, yang kini memiliki manajemen lebih profesional, tata kelola ruang yang lebih rapi, proses pengadaan (procurement) yang lebih efisien, serta organisasi yang tertata dengan baik sesuai kebutuhan pelayanan pasien. Ia mencontohkan bagaimana pasien kanker payudara dapat langsung ditangani oleh satu tim breast cancer tanpa harus berpindah ke banyak unit di gedung berbeda.
“Organisasi kita seharusnya selaras dengan layanan yang dibutuhkan pasien, dan setiap rumah sakit tentu berbeda. Terima kasih kepada RS Kanker Dharmais yang sudah menerapkannya,” ungkap Budi.
Budi menambahkan bahwa saat ini terdapat berbagai modalitas terapi yang terus berkembang secara bersamaan untuk menghambat bahkan membunuh sel kanker. Karena itu, RS Kanker Dharmais perlu terus memperkuat dan mengembangkan modalitas yang ada agar tetap menjadi yang terdepan dalam penanganan kanker. Dari sisi riset, rumah sakit ini juga memiliki fondasi kuat berkat kerja sama dengan berbagai lembaga internasional.
“Kombinasi berbagai modalitas menjadi cara dalam membunuh sel kanker, mulai dari pembedahan, radioterapi, pelatihan sistem imun agar mampu menyerang sel kanker, terapi yang menargetkan sel kanker agar berhenti tumbuh, hingga pendekatan genetik untuk memengaruhi sel,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS, menyampaikan bahwa tema tahun ini sangat tepat menggambarkan semangat yang selama ini dijunjung tinggi. Dalam keberagaman profesi, latar belakang, budaya, dan peran masing-masing, seluruh insan rumah sakit tetap bersatu untuk tujuan mulia bersama, yaitu mengurangi beban kanker di Indonesia, meningkatkan kualitas hidup pasien, serta mewujudkan harapan setiap keluarga yang mempercayakan perawatan di RS Kanker Dharmais.
dr. Soeko menjelaskan bahwa seluruh upaya yang dilakukan oleh civitas hospital RS Kanker Dharmais selalu berpedoman pada arahan Menteri Kesehatan, khususnya enam pilar transformasi kesehatan, layanan KJSU, serta tugas pokok rumah sakit. Upaya pertama adalah memberikan layanan kanker yang paripurna dan berkelas dunia.
“Hal ini kami wujudkan melalui kerja sama dengan berbagai institusi layanan kanker internasional, sehingga kita dapat memperoleh ilmu dan strategi untuk mengejar ketertinggalan dalam pelayanan kanker. Kami berkolaborasi dengan MD Anderson, UICC, AICC, IAEA, Tata Memorial Center, ANCCA, dan banyak institusi lainnya,” jelasnya.
Secara bertahap namun terbukti, RS Kanker Dharmais terus menambah sarana dan prasarana melalui pembangunan Tower C dan Tower B sebagai gedung baru. Dalam waktu dekat, rumah sakit juga akan melakukan soft launching gedung parkir baru yang mampu menampung lebih dari 200 kendaraan, serta fasilitas rumah singgah dan auditorium multifungsi.
Dalam bidang pendidikan, dr. Soeko mengatakan RS Kanker Dharmais selama ini telah aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti pelatihan, workshop, seminar, serta berperan sebagai rumah sakit jejaring pendidikan utama. Saat ini, RS Kanker Dharmais juga menjalankan program hospital-based sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) untuk mendidik dokter menjadi spesialis di lingkungan rumah sakit.
Saat ini, rumah sakit juga sedang berupaya menghadirkan pengajar dari luar negeri untuk memperkaya kurikulum pendidikan, sehingga calon dokter spesialis dapat lebih memahami pemanfaatan ilmu dan teknologi dalam praktik sehari-hari.
“Sekarang sudah ada 12 calon spesialis radioterapi yang dibimbing oleh para ahli berpengalaman, baik dari dalam negeri maupun nantinya dari luar negeri. Ke depan, kami berencana membuka program pendidikan spesialis lainnya,” jelas dr. Soeko.
Di tingkat nasional, RS Kanker Dharmais juga melakukan edukasi luas tentang kanker bekerja sama dengan ECHO, sehingga nuansa edukasi dan berbagi pengetahuan tentang kanker tetap terjaga. Program ini tidak hanya menjangkau kota besar, tetapi juga meluas hingga rumah sakit umum daerah.
dr. Soeko menambahkan bahwa penelitian di RS Kanker Dharmais mendukung program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi). Rumah sakit berperan dalam pembangunan ketahanan kesehatan, pengembangan clinical research unit, serta pelaksanaan layanan berbasis penelitian, seperti transplantasi, IORT, CAR T-Cell, prosedur robotik, dan berbagai bentuk precision medicine lainnya.
Dalam konsep layanan kanker, menurut dr. Soeko, ada satu kata kunci yang menjadi keyakinan bersama, yaitu kolaborasi. Keberagaman yang dimiliki tidak hanya menjadi kekuatan, tetapi juga pondasi untuk membangun layanan kesehatan yang lebih inklusif, humanis, dan berstandar tinggi.
“Kami percaya bahwa kolaborasi lintas disiplin, inovasi berkelanjutan, serta teknologi yang semakin maju akan membuat RS Kanker Dharmais terus menjadi pusat unggulan layanan kanker yang semakin terpercaya,” terangnya.
Leave a Comment