Bagian Penelitian dan Pengembangan, Oleh :Septiawati

Setiap tanggal 27 Juli diperingati sebagai Hari Kanker Kepala dan Leher sedunia. Kanker kepala dan leher terjadi pada organ saluran pernafasan dan bagian atas saluran pencernaan mencakup (termasuk bibir, mulut, lidah, hidung, tenggorokan, pita suara, dan bagian dari esofagus dan tenggorokan), sehingga kanker kepala dan leher ini merusak fungsi penting, seperti berbicara, bernafas, penglihatan, pendengaran, makan dan menelan. Namun, jenis kanker ini belum populer dikalangan masyarakat. Hal ini dimungkinkan karena program pemerintah masih memberikan perhatian yang lebih untuk dua kanker teratas dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia, yakni deteksi dini untuk kanker payudara dan leher rahim, sehingga masyarakat lebih mengenal tentang kanker payudara dan leher rahim. Berdasarkan laporan estimasi data kanker dunia, Globocan 2018 Angka kejadian kanker kepala dan leher masuk urutan kelima besar kanker terbanyak pada laki-laki, yakni untuk kanker nasofaring. Dalam hal ini laki-laki lebih berisiko terkena kanker kepala dan leher. Namun, rasio kasus kanker kepala dan leher antara laki-laki dan perempuan adalah 2 : 1, sehingga perempuan juga memiliki risiko yang cukup besar. Selain itu, angka kematian yang tinggi, yakni menempati sepuluh besar baik pada laki-laki maupun perempuan akibat kanker, khususnya kanker nasofaring.
Sebagian besar pasien kanker kepala dan leher datang berobat sudah dalam keadaan stadium lanjut karena tanda dan gejala yang ditimbulkan tidak khas, sehingga sering tidak disadari menimbulkan kecurigaan. Tanda dan gejala yang paling umum adalah benjolan di leher, gangguan hidung, mimisan, gangguan pendengaran. Sedangkan, penglihatan ganda, wajah layu dan sakit kepala biasanya muncul pada stadium akhir atau keadaan kankernya sudah parah. Pada kanker nasofaring (kanker yang berkembang di atas tenggorokan) sering tidak disadari sampai kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di leher berupa benjolan di leher. Secara keseluruhan, tanda dan gejala pada kanker kepala dan leher, meliputi benjolan di leher, gangguan pendengaran, mimisan, gangguan pernafasan, sulit menelan, sakit kepala, perubahan suara (suara serak), gangguan penglihatan (penglihatan ganda).
Pendeteksian dini yang masih sulit menyebabkan penanganannya menjadi terlambat akibatnya angka kematian akan menjadi lebih tinggi. Dengan demikian upaya pencegahan yang dapat dilakukan dengan mengenali faktor risiko yang dapat memicu kanker kepala dan leher. Faktor risikonya, diantaranya adalah merokok, minuman beralkohol, kebersihan mulut dan gigi yang tidak baik, infeksi virus (Human Papilloma, Herpes simplex, and Epstein-Barr) dan pola makan tinggi garam, seperti makan yang diasinkan atau makan yang diawetkan karena mengandung bahan karsinogenik N-nitroso, dan juga makan yang dibakar karena mengandung karsinogenesis atau zat yang dapat memicu sel kanker, paparan bahan kimia di tempat pekerjaan serta memiliki riwayat kanker dari keluarga (ayah, ibu, saudara kandung, nenek, kakek) karena adanya kerusakan DNA yang diturunkan.
Walaupun kanker kepala dan leher masih sulit dideteksi lebih awal, setidaknya kita dapat melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat dan berusaha menjauhi lingkungan yang tidak sehat, seperti melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan spesifik (penanda tumor, molekuler), berhenti merokok atau menghindari asap rokok, tidak meminum minuman beralkohol, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, melakukan vaksin, setia pada pasangan, melakukan aktivitas fisik dan olahraga secara rutin serta mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk mengurangi kemungkinan terkena kanker.

Referensi:
1. EDITORIAL. Kanker Kepala dan Leher, Jenis Kanker yang Juga Perlu Diwaspadai. Jurnal Kedokteran Indonesia. 2019;5:84.
2. ttp://gco.iarc.fr.
3. Barnes L, Eveson JW, Reichart P, Sidransky D. (Eds.): World Health Organization classification of Tumors. Pathology and Genetics of Head and Neck Tumours. Lyon: IARC Press; 2005.
4. http://www.kemkes.go.id