Anjar Waspodo, Amd.Gz

Ahli Gizi RS Pusat Kanker Nasional Dharmais

 A. Pengertian Obesitas

Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan atau abnormal yang dapat menggangu kesehatan (WHO, 2017). Penyebab utama terjadinya obesitas yaitu ketidakseimbangan antara asupan energi dengan pengeluaran energi (Betty, 2004)

Tiap tahun, orang yang mengalami obesitas semakin meningkat di Indonesia. Jumlah itu kembali meningkat berdasarkan data Riskesdas terbaru pada 2018 yang menunjukkan 21,8 persen masyarakat mengalami obesitas. Jika terus dibiarkan, penelitian memprediksi angka obesitas dapat mencapai 40 persen pada 2030.

B. Penyebab Obesitas

Penyebab obesitas menurut Proverawati (2010) yaitu :

  1. Faktor Genetik

           Seorang individu yang berasal dari keluarga obesitas memiliki kemungkinan obesitas 2-8 kali lebih besar (Soegih &                        Wiramihardja, 2009)

  1. Faktor Lingkungan

           Faktor lingkungan mempengaruhi gaya hidup dan konsep berfikir

  1. Faktor Psikis
  2. Faktor Kesehatan

          Penggunaan obat-obaatan tertentu seperti golongan steroid dan beberapa anti  

  1. Aktivitas fisik

         Tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang dan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak akan cenderung mengalami            obesitas  (Minarto, 2012)

 

C. Perhitungan IMT (Indeks Massa Tubuh)

IMT Adalah indeks sederhana dari Perbandingan berat badan terhadap tinggi badan yang digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan Obesitas pada orang dewasa.

IMT didefinisikan sebagai berat badan seseorang dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2)

Rumus Penentuan Indeks Massa Tubuh (IMT) IMT = Berat Badan (kg) : [Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)]

Para peneliti mengamati bahwa semakin tinggi indeks massa tubuh (BMI) seseorang, semakin besar risiko terkena kanker. Menurut National Institutes of Health, BMI yang normal (Menurut Klasifikasi Nasional PGN, 2014) untuk pria dan wanita dewasa adalah antara 18,5 dan 25 kg/m2. Sementara, Gemuk tingkat ringan terjadi bila angka BMI antara 25-27 kg/m2 dan BMI > 27 kg/m2 menunjukkan gemuk tingkat berat.

D. Obesitas dan Kanker

Diperkirakan bahwa 20% dari semua kanker disebabkan oleh berat badan berlebih dan obesitas (Wolin KA, 2010). Suatu studi kontrol kasus di Kanada mendapati bahwa para pria yang mengalami peningkatan berat badan lebih dari 21 kg setelah dewasa memiliki risiko kanker kolorektal 60% lebih tinggi dari para pria yang mengalami peningkatan berat badan1-5 kg (De Pergola G, 2013)

Data yang dipublikasikan lebih dari 25 tahun terakhir menekankan bahwa obesitas adalah penyebab 20% kematian karena kanker pada wanita, sedangkan pada pria tingkat kematian sekitar 14%. The American Cancer Society melaporkan data yang

menunjukkan bahwa kelebihan berat badan dan obesitas berkorelasi dengan tingkat kematian akibat kanker hepar, pankreas, mieloma, dan Hodgkin’s lymphoma.

Obesitas dapat meningkatkan resiko kanker dengn tiga cara utama antara lain :

  1. Muncul resistensi Insulin

Lemak tubuh yang berlebih dapat menyebabkan resistensi insulin. Akibatnya sel tidak dapat mengambil glukosa yang mendorongnya untuk membelah diri lebih cepat

  1. Tingkat sitokin inflamasi yang lebih tinggi

Orang gemuk cenderung memiliki tingkat sitokin inflamasi yang lebih tinggi dalam darah mereka, yang menyebabkan peradangan kronis dan mendorong sel untuk membelah.

  1. Meningkatkan kadar estrogen

Sel lemak berkontribusi pada peningkatan kadar estrogen, yang meningkatkan risiko  payudara dan ovarium pada perempuan pasca menopause.

 

  1. Cegah Obesitas dengan mengatur pola makan dan Aktivitas fisik
  2. Membiasakan pola makan teratur terdiri dari 3 kali makan utama (pagi, siang, malam) dan 1 -2 kali makan selingan
  3. Membiasakan sarapan setiap pagi

membiasakan diri sarapan setiap pagi, dapat membantu menjaga kondisi metabolisme tubuh, dan juga sekaligus membakar kalori lebih banyak saat menjalani aktivitas harian.

  1. Mengkonsumsi makanan beranekaragaman, idealnya setiap kali makan terdiri dari 4 kelompok hidangan
  2. Mengutamakan konsumsi bahan makanan sumber protein rendah lemak, seperti ikan, putih telur, ayam tanpa kulit, susu dan keju rendah lemak, tempe tahu, dan kacang-kacangan yang diolah
  3. Mengurangi konsumsi bahan makanan sumber lemak dengan tidak mengolah makanan dengan cara digoreng dan menggunakan santan kental
  4. Mengkonsumsi sayur 3-5 porsi perhari dan buah 2-3 porsi perhari. Serat secara alami dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan. Konsumsi banyak serat dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama.
  5. Pengaturan aktivitas fisik
  6. Jalan cepat minimal selama 20 menit dan meningkat hingga 60 menit, 6 hari per minggu atau berjalan dengan total langkah 10.000 langkah per hari
  7. lakukan latihan fisik minimal dua kali per minggu. 60 menit per hari untuk anak dan 150 menit per minggu untuk orang dewasa

F. Penerapan asupan gizi pada penderita kanker dengan obesitas

Pasien kanker yang obesitas harus tetap menjaga asupan zat gizi seimbang dan tidak mengurangi porsi kebutuhan asupan zat gizi untuk tubuh agar proses penyembuhan dapat berlangsung dengan baik. Penurunan berat badan pada pasien kanker harus dicek secara berkala. Penurunan berat badan secara drastis dapat menimbulkan penyakit penyerta (komorbid) seperti peradangan atau inflamasi tinggi serta tubuh pasien menjadi lemah karena efek toksinitas dari terapi yang sedang dijalankan. Dalam program penurunan berat badan pasien kanker dengan obesitas harus dalam pengawasan Dokter dan Ahli Gizi.