Penderita Kanker Bolehkah Mengkonsumsi

Mie Instan, Frozen Food, Fast Food, serta Junk Food ?

 

Ilmu pengetahuan dan tekhnologi terus meningkat diberbagai bidang salah satunya dibidang pangan, yang memberikan dan menjadikan para industri makanan berlomba menciptakan produk makanan yang diminati masyarakat. Diantaranya produk olahan yang digemari oleh kebanyakan  orang, baik anak maupun dewasa adalah frozen food, fast food, junk food serta mie instan. Namun apakah makanan tersebut tidak berdampak buruk untuk pasien yang menderita penyakit tertentu seperti penderita kanker, mari kita simak penjelasannya dari Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Kanker Dharmais dr. Nani Utami Dewi, M.Gizi, Sp.GK.

Ditemui di ruang kerjanya, dr. Nani sapaan akrabnya, menyambut kami dengan senyum yang ramah, dan langsung mempersilahkan masuk. Diawal penjelasannya dr. Nani mengulas tentang berbagai istilah dari makanan tersebut, “Mie instan adalah jenis mie dengan penambahan bumbu tertentu sehingga memberikan rasa lebih tajam dan nikmat dibandingkan olahan mie biasa. Sedangkan Frozen food atau makanan beku adalah makanan yang dibekukan dengan tujuan mengawetkan makanan hingga siap dimakan atau disajikan. Proses ini merupakan salah satu cara efektif untuk mengawetkan makanan dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen penyebab kerusakan makanan karena tidak dapat tumbuh pada temperatur beku. Walaupun cara pembekuan tidak seefektif dibandingkan tehnik perebusan yang dapat mematikan bakteri patogen”, kata dr Nani.

Lebih lanjut dr. Nani menjelaskan bahwa Fast Food atau makanan cepat saji adalah bentuk makanan yang diproduksi dalam jumlah besar dengan waktu pemasakan yang singkat untuk mengakomodasi jumlah kebutuhan atau pemesanan yang besar”. Sementara Junk Food merupakan makanan yang memiliki kalori cukup tinggi, biasanya berasal dari karbohidrat sederhana, lemak, mengandung sedikit serat pangan, protein, vitamin dan mineral serta minim kandungan nutrisi. Terkadang restoran cepat saji menggunakan bahan makanan junk food sebagai tambahan, tetapi tidak semua makanan fast food dikategorikan sebagai junk food. Beberapa jenis makanan yang mengandung lemak jenuh cukup tinggi dapat dikategorikan sebagai junk food, dan sebagian besar junk food merupakan makanan processed food yang sebaiknya sangat dihindari penderita kanker, misalnya sosis, kornet, proses pengasinan, dan pengasapan.

Sahabat Dharmais, sekarang sudah tahu kan penjelasan dari masing-masing makanan tersebut. Nah, bagi penderita kanker sendiri boleh tidak mengkonsumsi semua jenis makanan tersebut dok?

Untuk mie instan pasien kanker dianjurkan sangat membatasi asupan mie instan karena olahan dan kandungan natrium yang tinggi. Jika pasien kanker ingin menikmati mie, pilihlah jenis mie biasa dengan penambahan beragam jenis protein, serat (sayur) dan bumbu atau kaldu olahan sendiri untuk mencegah bahan tambahan berlebihan, lebih sehat dan tetap nikmat, jawab dr Nani.

Pasien kanker masih dapat mengonsumsi makanan yang dibekukan (frozen food) dengan tetap memperhatikan cara penyimpanan, lama penyimpanan, cara melelehkan frozen food, bentuk makanan (bau, konsistensi, warna dan rasa) serta tanggal kadaluarsa, tambah dr. Nani.

Sama halnya dengan jenis makanan frozen dan mie instan, pasien kanker masih dapat juga mengonsumsi bentuk makanan siap saji (fast food) dengan memperhatikan jumlah energi, kandungan nutrisi, komposisi makronutrien, mikronutrien serta bahan tambahan lain. Mengingat makanan fast food terkadang menggunakan bahan makanan dengan proses tertentu dan tambahan bahan kimia yang bertujuan menguatkan rasa, bentuk dan tampilan, maka lebih direkomendasikan mengonsumsi makanan yang diolah lebih sehat, menggunakan bahan makanan segar dengan komposisi sesuai (makanan olahan rumah). Sementara junk food sangat disarankan untuk jumlah sangat terbatas atau tidak samasekali.

Jadi, kita sudah semakin mengerti bahwa penderita kanker masih boleh mengkonsumsi jenis makanan tersebut, namun ada aturan yang harus diperhatikan agar tidak memberikan dampak lebih buruk terhadap penyakit kanker.

Penderita kanker membutuhkan nutrisi yang seimbang dan optimal dengan memperhatikan jumlah energi, jenis atau komposisi, waktu pemberian dan cara memasak yang benar. Pasien kanker memiliki kebutuhan energi yang lebih tinggi karena metabolisme yang meningkat akibat kondisi kanker, terapi dan efek terapi. Nutrisi sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan harian tubuh serta menjaga agar tidak terjadi penurunan keadaan umum sehingga waktu pemberian terapi dapat tepat waktu dan efek terapi lebih optimal. Komposisi nutrisi harus terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak serta vitamin dan mineral serta antioksidan yang berasal dari sayur dan buah. Jumlah makanan memperhitungkan berat badan, tinggi badan, usia serta kondisi klinis lain yang berhubungan. Hindari cara memasak dengan menggunakan pemanasan sangat tinggi seperti olahan bakar untuk menghindari zat karsinogenik. Untuk mengetahui secara lebih detail tentang nutrisi terkait kanker dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik, jelas dr. Nani.

Demikian Sahabat Dharmais penjelasan yang cukup detail dari dr. Nani, beliau setiap hari berpraktek di RS Kanker Dharmais. Apabila sahabat Dharmais ingin berkonsultasi lebih lanjut dapat dilakukan di poliklinik umum dan poliklinik Cendana RS Kanker Dharmais.