Apa bedanya TUMOR dan KANKER Otak?

Saat sel – sel normal tumbuh menjadi tua atau rusak, maka sel baru akan mengambil alih proses tersebut. Namun kadang kala terjadi kesalahan dimana sel baru yang terbentuk tidak berfungsi semestinya dan berkembang menjadi gumpalan sel atau massa yang disebut tumor.

Tumor otak adalah pertumbuhan sel di dalam otak yang berkembang secara abnormal dan tidak terkontrol. Seberapa cepat sel – sel tersebut tumbuh dan lokasinya akan menentukan gejala gangguan pada system saraf. Sel tersebut bisa bersifat kanker (ganas) maupun non – kanker (jinak).

Pengobatan tumor otak tergantung pada jenis tumor, ukuran dan juga lokasi dari masing – masing tumor tersebut.

 

Insidensi

Berdasarkan data statistik Central Brain Tumor Registry, angka insidensi tumor susunan saraf pusat primer baik jinak dan ganas pada tahun 2018 adalah 23,79 kasus per 100.000 penduduk per tahun (7,08 per 100.000 pada jenis yang ganas dan 16,71 per 100.000 pada jenis yang jinak).

Angka insidensi tumor otak primer pada anak berbeda dengan kelompok dewasa. Angka insidensi pada kelompok umur 0-19 tahun untuk tumor primer susunan saraf sebanyak 5,1 kasus per 100.000 penduduk.

 

Klasifikasi

Tumor otak dibedakan menjadi jinak dan ganas berdasarkan grading 1 – 4 berdasarkan sifat tumor tersebut dilihat dengan pemeriksaan patologi, yakni : 

  • Grade I: Jaringan bersifat jinak. Sel mirip dengan sel normal otak dan tumbuh lambat
  • Grade II: Sel tumor tampak tidak mirip dengan sel normal otak dibandingkan Grade 1.
  • Grade III: Jaringan mempunyai sel yang tampak sangat berbeda (ganas) dengan sel normal. Sel abnormal ini tumbuh secara aktif (anaplastik)
  • Grade IV: Jaringan bersifat ganas dan tumbuh sangat cepat.

Tumor yang tumbuh langsung di dalam otak dinamakan tumor otak primer. Glioblastoma multiforme, astrocytoma, medulloblastoma, meningioma dan ependymoma merupakan beberapa contoh tumor primer otak. Tumor ini bisa bersifat jinak maupun ganas. Sebuah tumor yang terdiri atas sel jinak namun tumbuh di lokasi vital dapat mengancam jiwa walaupun sifat dari tumor tersebut tidak ganas.

Tumor otak yang berasal dari jaringan lain di luar sistem saraf dinamakan tumor otak sekunder (metastases). Sebagai contoh kanker dari paru – paru, payudara, usus dan kulit dapat menyebar melalui darah ke dalam sistem saraf.

 

Gejala

Gejala dari suatu tumor otak bergantung pada ukuran tumor, tipe tumor dan lokasi. Gejala dapat disebabkan oleh penekanan tumor terhadap saraf maupun bagian otak. Selain itu, tumor juga bisa menghalangi aliran cairan otak dan menyebabkan hidrosefalus. Beberapa gejala yang dapat disebabkan oleh tumor otak :

  • Nyeri kepala progresif/ terus menerus
  • Mual dan muntah
  • Perubahan dalam bicara, penglihatan maupun pendengaran
  • Gangguan keseimbangan dan berjalan
  • Perubahan dalam sikap maupun tingkah laku dan gangguan konsentrasi
  • Kelemahan anggota gerak tubuh
  • Gangguan memori
  • Kejang sebagian atau seluruh tubuh
  • Perubahan tingkat kesadaran

 

Faktor Resiko

"Sayangnya untuk Tumor Otak tidak ada faktor resiko yang sangat spesifik. Menurut penelitian adalah paparan radiasi, namun paparan radiasi ini bukan dari peralatan rumah tangga atau dari handphone. Kemuadian ada faktor keturunan tetapi persentase untuk itu sangat kecil yaitu dibawah 3%. Jadi secara umum tidak ada faktor resiko yang mendominasi atau spesifik.”

-dr. Arwinder Singh, Sp.BS, M.Kes

 

Deteksi Dini TUMOR OTAK

Pemeriksaan awal untuk mengetahui suatu penyakit dimulai dari riwayat yang lengkap mengenai gejala dan keluhan pasien. Pemeriksaan selanjutnya oleh dokter mencakup pemeriksaan saraf. Apabila dari pemeriksaan tersebut dicurigai adanya suatu kelainan maka akan dilakukan pemeriksaan penunjang yang lebih lengkap seperti CT scan, MRI maupun PET scan. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat secara detail letak anatomi otak serta kelainan yang ada.

Selain pemeriksaan diatas, kadang kala diperlukan juga pemeriksaan darah maupun cairan otak dari pinggang untuk mencari beberapa tumor marker sesuai dengan kelainan tumor yang dicurigai.

Gambar 1. Sebuah gambaran MRI otak yang menunjukkan penekanan tumor terhadap kedua saraf mata kanan dan kiri.

 

Gambar 2. Tumor otak yang menyebabkan gangguan aliran normal sehingga terjadi hidrosefalus.

 

Pengobatan

Pengobatan untuk tumor dapat mencakup operasi, radioterapi dan kemoterapi yang bersifat multimodalitas dan melibatkan juga berbagai bidang lain seperti Neurologi, Radioterapi, Penyakit Dalam dan lain – lain. Kebanyakan pasien memerlukan kombinasi dari ketiga terapi tersebut. Pilihan pengobatan bergantung pada :

  • Tipe dan gradasi tumor
  • Lokasi tumor dalam otak
  • Ukuran tumor
  • Umur dan status kesehatan

Terapi utama untuk kebanyakan tumor otak adalah pembedahan yang bertujuan untuk membuang jaringan abnormal secara maksimal dan aman. Pembedahan dilakukan oleh seorang dokter bedah saraf menggunakan mikroskop dengan magnifikasi yang tinggi dengan bantuan alat – alat canggih seperti navigasi dan monitoring saat operasi.

Apabila tumor tidak dapat diangkat secara total maka sering kali dibutuhkan pengobatan radiasi maupun kemoterapi. Kemoterapi sendiri juga bisa diberikan langsung ke dalam sistem cairan otak melalui selang Ommaya maupun ke dalam darah.

Prognosis

Angka harapan hidup pasien bergantung pada tipe dari tumor, grading, lokasi dan penyebaran (apabila ada); usia pasien, lama gejala sebelum tumor terdiagnosis, jumlah persentase tumor yang bisa diangkat saat operasi. Apabila diobati secara dini maka dapat mengurangi besarnya efek penekanan tumor terhadap jaringan otak yang sehat sehingga diharapkan dapat sembuh dengan sempurna.

BAHAYA KAH?

“BAHAYA jika tidak ditanganin dengan cepat dan tepat.

Apabila ada gejala-gejala tersebut harus segera periksakan diri dan jangan ditunda karena jika yang didapat merupakan suatu tumor ganas (kanker), progresivitas penyakitnya akan bertambah.

Namun apabila ditangani secara dini dan mendapat penanganan yang cepat dan tepat, pasien dapat sembuh sempurna.”

-dr. Arwinder Singh, Sp.BS, M.Kes

 

STOP Stigma Operasi Tumor Otak!

"Stigma seperti pasca operasi tumor otak selalu ada gangguan atau resiko tinggi meninggal. Saat ini operasi diusahakan seaman mungkin dan senyaman mungkin, karena menggunakan teknik-teknik dan teknologi pembedahan yang jauh lebih baik sehingga pemulihan pasca operasi lebih cepat."

-dr. Arwinder Singh, Sp.BS, M.Kes

 

Tim Bedah Saraf RS Kanker Dharmais – Pusat Kanker Nasional

Sumber :

National Cancer Institute. What you need to know about brain tumors. http://www.cancer.gov/publications. USA. May 2018.

Amaerican Brain Tumor Association. About brain tumors, a primer for patients and caregivers. www.abta.org. USA. 2020

National Health Services. Brain tumors overview. Available at http://www.nhs.uk/conditions/brain-tumours/pages/introduction.aspx. UK. Accessed 1 May 2021.

Ostrom QT, Patil N, Cioffi G, Waite K, Kruchko C, Barnholtz-Sloan JS. CBTRUS Statistical Report: Primary Brain and Other Central Nervous System Tumors Diagnosed in the United States in 2013–2017. Neuro Oncol. 2020