Groundbreaking of the Construction of Woman and Child Cancer Care Building at Dharmais Cancer Hospital

RS Kanker Dharmais mengikuti dan menyelenggarakan ground breaking gedung pelayanan woman and child yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI secara serentak di 6 Rumah Sakit Vertikal Kemenkes RI dan dipusatkan di Bali pada Kamis (17/11). Proyek ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap ibu dan anak dengan dukungan dana dari Islamic Development Bank (IsDB) melalui proyek Penguatan Rumah Sakit Rujukan Nasional dan Unit Teknis Vertikal.

Acara ground breaking di RS Kanker Dharmais diwakili oleh Plt. Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum Anjari, S.Kom, SH., MARS., Plt. Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang dr.Reni.Wigati, Sp. A (K), serta dihadiri undangan lainnya, yaitu Ketua Dewan Pengawas RS Kanker Dharmais Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt, M.Pharm, MARS dan anggota, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Widyastuti, MKM., Senior Vice President-Head of Operation Building Division PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Andek Prabowo, Direksi dan atau perwakilan dari RS Vertikal, Yayasan Sosial, Pemerintahan DKI Jakarta serta undangan pejabat internal RS Kanker Dharmais.

RS Kanker Dharmais akan membangun Woman and Child Cancer Care Building atau Gedung C, yang terdiri dari 18 lantai dan 3 basement, ucap Anjari dalam sambutannya mewakili Direktur Utama RS Kanker Dharmais.

Dengan adanya Gedung C ini diharapkan semakin menguatkan layanan di RS Kanker Dharmais pada program penanggulangan kanker komprehensif yaitu promotif preventif, skrining dan deteksi dini, diagnostik dan tatalaksana kanker, paliatif care dan manajemen nyeri, rehabilitasi medik dan terapi supportif, pendidikan dan penelitian, surveillans dan registrasi kanker, sejalan dengan Rencana Strategis Bisnis RS Kanker Dharmais tahun 2020-2024 yang juga memfokuskan pada transformasi layanan kesehatan, dimana visi yang ditetapkan adalah “Menjadi Caring and SMART National Cancer Center”, lanjut Anjari menegaskan.