Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi Hepatitis B, terbesar kedua di negara South East Asian Region (SEAR) setelah Mynmar

Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati yang disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri atau parasit), mengkonsumsi obat-obatan (termasuk obat tradisional), mengkonsumsi alkohol, mengkonsumsi lemak yang berlebih dan penyakit autoimmune.

Hepatitis A merupakan jenis Hepatitis yang bersifat ringan, bersifat akut, dapat sembuh spontan/sempurna tanpa gejala sisa dan tidak menyebabkan infeksi kronik. Penularannya melalui fecel oral (terjadi karena pencemaran air minum). IgM antibodi ditemukan pada serum penderita.

Hepatitis B memiliki 2 kategori :

Hepatitis B Akut : Hepatitis B Akut berasal dari golongan virus DNA, masa inkubasi selama 30 - 90 hari. penularannya secara vertikal 95% terjadi saat persalinan dan 5% berasal melalui transfusi darah, jarum suntik tercemar, pisau cukur, tatto dan transpalantasi organ. memiliki gejala tidak khas seperti rasa lesu, nafsu makan berkurang, demam ringan.

2. Hepatitis B Kronik : Kebanyakan tanpa gejala dan berkembang dari Hepatitis B Akut.

Hepatitis C Penyebab utamanya adalah sirosis dan kanker hati. Hepatitis C termasuk golongan Virus RNA (Ribo Nucleic Acid) dengan masa inkubasi 2 - 24 minggu dan penularan melalui darah dan cairan tubuh, melalui jarum suntik, transpalantasi organ, kecelakaan kerja (petugas kesehatan) dan hubungan seks.

Hepatitis D paling jarang ditemukan namun paling berbahaya. Hepatitis D juga di sebut virus deltas, virus ini memerlukan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang telah terinfeksi virus hepatitis B.

Hepatitis E dikenal sebagai Hepatitis Non A-Non B dengan masa inkubasi 2-9 minggu dengan penularan melalui fecel oral seperti Hepatitis A. Memiliki gejala ringan menyerupai gejala flu, sampai inkterus.