Direksi dan peserta workshop dan desk penyusunan alat medis dan non medis KPBU RSKD berfoto bersama

Direksi dan peserta workshop dan desk penyusunan alat medis dan non medis KPBU RSKD berfoto bersama

Para peserta pada acara workshop dan desk penyusunan alat medis dan non medis KPBU RSKD sedang mendengarkan paparan yang di lakukan oleh masing - masing instalasi di hadiri juga tamu dari negara korea dan PT.PII

Para peserta pada acara workshop dan desk penyusunan alat medis dan non medis KPBU RSKD sedang mendengarkan paparan yang di lakukan oleh masing – masing instalasi di hadiri juga tamu dari negara korea dan PT.PII

Dalam mewujudkan visi dan misi RS. Kanker “Dharmais” menuju Pusat Kanker Nasional (PKN) maka RSKD telah mengajukan proposal usulan pembangunan Tower A dan Tower B melalui skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) dan RS. Kanker “Dharmais” terpilih sebagai pilot project KPBU di UPT Vertikal Kementerian Kesehatan.

Dalam hal ini perlu dibuat Final Business Case (FBC) dimana penyusunan FBC ini merupakan hal krusial yang harus dilaksanakan dengan cermat dan hati-hati agar menghasilkan output yang dicita-citakan. Mengingat hal ini merupakan pilot project, maka menjadi beban tersendiri bagi RS. Kanker “Dharmais” agar proyek ini berhasil dan menjadi contoh bagi RS vertikal lainnya yang berminat mengajukan KPBU kepada Kementerian Kesehatan

Untuk itu, dalam rangka menyiapkan FBC RS. Kanker “Dharmais” mengadakan workshop dan desk penyusunan alat medis dan non medis KPBU. Kegiatan ini di inisiasi oleh PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia dengan mengundang Konsultan dari Synergy dan melibatkan seluruh unit di RS. Kanker “Dharmais” yang akan berkontribusi aktif pada proses pendirian Tower A dan Tower B tersebut antara lain adalah Jajaran Direksi, para Kepala Bidang/Bagian/Instalasi, serta para Ketua SMF. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Borobudur Jakarta pada tanggal 29 s/d 30 Agustus 2018