RADIASI

Radiasi merupakan salah satu modalitas standar pengobatan kanker disamping pengobatan kanker lainnya, yaitu pembedahan dan kemoterapi. Radiasi menggunakan energi pengion dan non pengion. Contoh dari energi pengion yaitu: Sinar X (Roentgen), sinar ɤ (Co60). Sedangkan energi non pengion seperti menggunakan panas (Hyperthermi). Pengobatan dengan radiasi dapat diberikan sendiri atau dapat juga dilakukan secara kombinasi, baik dengan pembedahan maupun kemoterapi. Radioterapi dapat diberikan pada semua jenis kanker dan stadium.

1. Tindakan untuk membunuh sel tumor, memperkecil ukuran tumor , mengurangi nyeri dan obstruksi
2. Tujuan Radiasi: Maksimum tumor kontrol dengan kerusakan minimal pada jaringan normal
3. Pemberian:
a. Sinar luar diberi dalam dosis yang disesuaikan dengan kemampuan pasien
b. sinar dalam untuk tumor yang terletak pada rongga tubuh

Efek Samping Radiasi :
a. Kulit (radiasi luar): lecet, kemerahan, kehitaman

Gunakan sabun lembut
Keringkan kulit dengan lembut JANGAN DIGOSOK
Bedak atau lotion harus dengan seijin dokter
Gunakan baju yang longgar menyerap keringat
Hindari sinar matahari langsung

b. Dinding mulut: sariawan/luka, nyeri, liur berkurang
c. Pencernaan: mual/muntah, diare, perdarahan
d. Pneumonitis Radiasi

1-3 bulan setelah terapi
Cough, fever
Obat

PROSEDUR RADIOTERAPI

1. Investigasi

a. Anamnesis/wawancara tentang :

– Identitas: Nama, usia, pekerjaan, alamat, dsb

– Riwayat penyakit.

– Pemeriksaan atau pengobatan yang pernah didapat.

b. Pemeriksaan:

– Pemeriksaan fisik.

– Pemeriksaan laboratorium.

– Pemeriksaan Radiologi

– Patologi Anatomi

2. Menetapkan:

a. Diagnosis

b. Stadium

c. Indikasi pengobatan: ada/tidak ada

d. Tujuan pengobatan radiasi: kuratif/paliatif

e. Volume dosis yang akan diberikan

3. Membuat Perencanaan Radiasi.

1) Pembuatan Masker

2) Simulasi

3) CT-Scan untuk perencanaan

4) Treatment Planning System (TPS) / perencanaan radiasi dengan komputerisasi

4. Pelaksanaan Radiasi

Radiasi harus diberikan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya baik melalui simulasi, CT planning radiasi dan distribusi dosis yang dibuat secara komputerisasi sehingga harus tepat dosis, sasaran dan waktu radiasi

5. Monitor/Follow-up

Setiap pasien yang mendapat radiasi harus dimonitor/follow-up baik dalam pengobatan maupun setelah pengobatan radiasi selesai. Dari data monitor pasien yang mendapat pengobatan dengan radiasi maka akan dapat pula dievaluasi hasil-hasil pengobatan radiasi, baik respon tumor sendiri maupun efek samping yang timbul.

6. Evaluasi

Setelah pasien dinyatakan selesai menjalani terapi radiasi, maka dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan radiasi yang diberikan. Evaluasi dapat meliputi:

– Respon pengobatan

– Toleransi pasien

– Efek samping dan akut lambat, dll