Jaringan kanker yang rapuh seringkali berupa luka yang sulit sembuh. Luka kanker disebut juga fungating malignant wound atau pun malignant cutaneous wound.Luka kanker yang sulit sembuh akan menurunkan kualitas hidup pasien kanker dan hal ini merupakan tantangan bagi perawat. Perawat harus membuat klien dengan luka kanker tetap merasa nyaman dengan luka yang telah menjadi bagian dari tubuhnya, pasien tetap dapat beraktivitas normal walaupun mempunyai luka, sehingga klien dapat menjalani hidupnya dengan berkualitas walaupun dengan luka kanker.

Lokasi Luka Kanker
Sel kanker dapat tumbuh di manapun di bagian tubuh manusia. Begitupun luka kanker juga dapat berada di lokasi manapun, di dada, perut, kepala, leher, kulit, vulva (vagina), blader (kandung kencing), dan di manapun.

Ciri Luka Kanker
•Proliferasi (pertumbuhan) dari sel ganas/kanker
•Bentuk menonjol
•Non mobile (tidak dapat digerakkan)
•Bentuknya menyerupai jamur

Sifat Luka Kanker :
•Mudah terinfeksi
•Mudah berdarah
•Nyeri
•Eksudative (mengeluarkan cairan)
•Berbau tidak sedap
•Masalah kosmetika
•Sulit sembuh

Masalah yang dapat ditimbulkan oleh luka kanker
Luka kanker dapat menyebabkan berbagai masalah terutama bagi klien. Diantaranya masalah yang dapat ditimbulkan yaitu :
•Bau
•Ketidaknyamanan klien
•Masalah estetika (mengganggu keindahan anggota badan)
•Klien merasa tidak nyaman
•Risiko infeksi bagi klien
•Adanya eksudat, nanah, cairan

Penatalaksanaan Luka Kanker
Dalam menangani luka kanker , ada 2 hal pokok yaitu:
1.Manajemen klien
Klien merupakan individu yang holistik meliputi aspek biologi, psikologi, sosial, dan spiritual. Aspek-aspek tersebut yang harus diperhatikan dalam penanganan luka. Luka tidak hanya masalah biologi (baca : badan/organ tubuh) namun dampaknya meliputi sisi holistik klien sebagai individu. Luka akan mempengaruhi aspek psikologi klien (gambaran diri, kenyamanan, rasa malu, dsb), juga berpengaruh terhadap aspek sosial klien (dijauhi, minder, dsb), serta aspek spiritualnya (contoh : bagaimana beribadah dengan kolostomi, dsb)

2.Manajemen luka
Luka kanker yang sulit sembuh membutuhkan penanganan yang baik namun juga mempertimbangkan masalah cost effective (berapa biaya yang harus di keluarkan klien). Perawat harus memberikan saran dan perawatan luka terbaik tanpa membebani klien.

Perawatan Luka
•Tujuan : meningkatkan kualitas hidup klien. Beberapa perawatan luka bersifat “paliatif”.
•Prinsip perawatan luka pada luka kanker :
a.Mencegah dan mengontrol bleeding
b.Mengurangi bau tidak sedap
c.Mengatasi cairan luka yang berlebihan
d.Mengatasi nyeri

Komplikasi Luka Kanker
1.Bleeding (berdarah)
Luka mengalami persarahan akibat Infiltrasi sel tumor ke sekitar pembuluh darah dan berkurangnya jumlah zat pembeku darah dalam sel tumor menyebabkan luka kanker mudah berdarah.
Prinsip perawatan :
•Meminimalisasi terjadinya perdarahan dan trauma
•Hindari temperature yang ekstrim
•Hindari cairan kimia yang iritatif
•Balutan luka diganti hanya jika basah
•Pressure local selama 10-15 menit jika terjadi perdarahan minor

2.Kolaborasi jika perdarahan berlanjut
Bau tidak sedap merupakan masalah yang paling tidak menyenangkan bagi klien dan lingkungan. Klien akan merasa tidak nyaman, malu, bahkan sampai depresi.
Bau luka kanker nyaris seperti bangkai/ikan busuk. Hal ini dikarenakan adanya bakteri aerob maupun anaerob juga karena tumbuhnya jaringan yang nekrotik / jaringan mati.
Prinsip penanganannya adalah :
•Mengurangi/mengontrol bau tidak sedap (antimikrobial/topical metronidazole)
•Personal hygiene cukup
•Tingkatkan rasa percaya diri klien

3.Cairan luka yang berlebih
Hal ini dikarenakan terjadi peningkatan permeabilitas fibrinogen dan plasma pada jaringan nekrotik dan atau disertai dengan infeksi. Cairan luka yang berlebih akan mengganggu.
Prinsip penanganan luka :
•Efektifitas mengatasi cairan yang keluar
•Menggunakan balutan absorbent untuk cairan yang berlebihan
•Melindungi kulit sekitarnya dari iritasi akibat cairan yang meleleh

4.Nyeri
Hal ini disebabkan karena pertumbuhan tumor yang menekan syaraf dan pembukuh darah. Rasa nyeri menyebabkan klien takut diganti balutan, sensitive ( mudah marah ) dan frustasi.
Prinsip perawatan luka dengan nyeri :
•Hati-hati saat membuka balutan
•Hindari perlakuan secara kasar
•Memcuci luka dengan lemah lembut
•Hindari menggosok luka hingga berdarah

5.Estetika
Estetika berhubungan dengan lokasi luka di tubuh pasien dengan penampilan klien.
Prinsip perawatan :
•Perawat harus menghindari sikap anti pati seperti jijik atau geli karena akan mempengaruhi psikis klien.
•Perawat harus menciptakan suasana yang dapat meningkatkan kemampuan klien bersosialisasi.

6. Infeksi
Luka kanker sangat rentan untuk menjadi luka infeksi karena jaringan dan pembuluh darah luka yang terbuka, kondisi luka yang sangat memungkinkan bakteri untuk tumbuh. Infeksi lokal pada luka juga sangat berisiko untuk terjadinya infeksi sitemik di tubuh klien.
Tanda dan gejala :
•Pain (nyeri)
•Erytema (kemerahan)
•Swelling (bengkak)
•Heat (teraba panas)
•Exudate berlebihan
•Malodour (berbau)
Prinsip perawatan :
Penanganan luka secara holistik/menyeluruh (baik lokal maupun sistemik)

Kesimpulan
Luka kanker seringkali menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari penderita kanker, agar klien mempunyai kualitas hidup yang baik maka luka kanker membutuhkan penanganan dan perawatan khusus.
Dengan memperhatikan prinsip-prinsip perawatan luka yang holistik maka diharapkan kualitas hidup klien tetap baik walaupun klien mempunyai luka di tubuhnya.

Disampaikan oleh : Ns. Hardian Soekarno, SKp, ETN
Dalam kegiatan PKRS (Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit)