Oleh : RIRIN HARIANI

kanker adalah adanya pertumbuhan baru hal ini terjadi apabila sel-sel di dalam jaringan atau organ berkembang secara tidak terkendali sebagaimana yang seharusnya terjadi pada pertumbuhan normal. Pada neoplasia yang ganas sel-sel dapat berkembang menyebar ke jaringan jaringan di sekitarnya secara langsung atau ke organ lain yang letaknya berjauhan melalui pembuluh darah ataupun limpa sehingga terjadi penyebaran sel-sel ganas atau mestatase. Pada neoplasia tidak ganas biasanya menimbulkan gejala terjadinya pembengkakan dan adanya penekanan terhadap jaringan yang lain. Selanjutnya beberapa tumor tidak ganas cenderung untuk dapat menjadi
ganas.Neoplasia yang terjadi pada jaringan epitel disebut juga Carsinoma dan pada jaringan connective disebut Sercoma. Sel-sel abnormal yang berkembang dalam darah atau sumsum tulang disebut Leukimia.Penyebab terjadinya Neoplasia secara pasti masih sulit untuk dibuktikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara gizi dan kanker. Berdasarkan atas keterkaitannya dengan kanker, gizi dibedakan atas tiga sifat, yaitu Causing Cancer, Promoting Cancer, dan Protective Cancer.Penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa timbulnya jenis kanker dapat juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi keadaan geografis dan rasial, berkaitan dengan gaya hidup, serta pola makan yang berbeda. Penelitan menunjukkan orang Jepang yang tinggal di Amerika lebih banyak mengalami kanker kolon. Intake zat gizi diketahui merupakan salah satu faktor penting yang dapat menunjang terjadinya kanker. Masyarakat yang vegetarian mempunyai risiko terkena kanker lebih, rendah dibandingkan dengan masyarakat non vegetarian.
Walaupun tingkat kesembuhan penderita kanker masih sangat rendah, namun dengan terapi nutrisi yang tepat dan lingkungan yang mendukung diharapkan dapat menunjang keberhasilan terapi pengobatan penderita kanker. Nutrisi yang masuk secara seimbang dapat menghambat kemungkinan terjadinya penurunan berat badan dan infeksi lebih lanjut. Masalah gizi yang dihadapi penderita kanker pada umumnya adalah sulitnya menerima makanan. Akibat adanya kanker dalam tubuh dan efek dari terapi pengobatan membuat penderita kanker mengalami berbagai problem nutrisi, bila tidak segera diatasi dapat memperburuk kondisi kesehatannya. efek nutrisi yang dapat menunjang terjadinya kanker, efek pengobatan kanker terhadap masukan nutrisi, problem nutrisi yang timbul akibat terapi pengobatan, serta terapi diet yang perlu dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Salah satu zat gizi yang berkaitan dengan penyebab terjadinya kanker adalah Lemak. Konsumsi lemak yang berlebih dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Hal ini disebabkan lemak bersifat Cancer Promoting. Adanya lemak dalam tubuh membuat zat yang bersifat karsinogenik, zat yang membentuk terjadinya kanker, berkembang. Beberapa cara zat gizi lemak menjadi penunjang timbulnya kanker, diaritaranya adalah
Sebagai penyebab: tubuh mengeluarkan hormon tertentu secara berlebihan, diantaranya sekresi hormon esterogen yang berlebih meriunjang tumbuhnya kanker payudara,
Sebagai penyebab: sekresi cairan empedu yang
berlebih menuju usus yang selanjutnya oleh mikroorganisma di kolon di ubah menjadi zat karsinogenik.
Asam lemak Poliunsaturated ( PUFA) yang mengalami proses hidrogenasi akan membentuk asam lemak Trans (Trans - fatty acid) yang cenderung menunjang timbulnya kanker dan merangsang pembentukan kolesterol. Konsumsi alkohol dan merokok secara berlebihan dapat menimbulkan kanker di daerah kepala dan leher. Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kanker mulut, kanker tenggorokan dan kanker hati.
Masalah gizi yang timbul akibat pengobatan bila tidak segera diatasi dapat menyebabkan keadaan malnutrisi dan memperburuk kondisi penderita kanker lebih lanjut. Untuk itu penting untuk terus berupaya meningkatkan daya terima pasien terhadap makanan yang seimbang dengan mengatasi berbagai masalah gizi yang timbul sesuai dengan kondisi pasien.
Faktor penyebab terjadinya kanker bersifat multifaktor, demikian pula dengan keberhasilan pengobatan kanker. Adapun hal-hal yang perlu diperhatik dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan kanker diantaranya adalah :
a)Dukungan nutrisi yang tepat,
b)Dukungan dari lingkungan keluarga, orang¬-orang terdekat, maupun dari lingkungan tempat tinggal,
c)Penanganan psikologis untuk meningkatkan motivasi dan rasa optimis yang kuat untuk dapat terus berjuang melawan kanker dan berserah diri pada takdir yang Kuasa.

Pengobatan kanker dengan kemoterapi, efeknya tidak hanya berdampak pada tubuh yang terkena kanker saja tetapi dapat mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Sel-sel tubuh yang semula normal dapat menjadi rusak. Apabila kerusakan telah mencapai saluran gastrointestinal maka akan terjadi diare, konstipasi, dan malabsorbsi. Meskipun demikian efek pada saluran gastrointestinal ini hanya berlangsung sementara. Setelah beberapa hari akan tumbuh sel-sel baru dan selanjutnya fungsi saluran gastrointestinalpun dapat normal kembali.
Menjalani pola hidup sehat dan pemenuhan nutrisi yang bergizi dan seimbang adalah beberapa langkah terbaik yang bisa dijalani oleh pasien kanker untuk mendukung mereka dalam menjalani pengobatan. Pemenuhan nutrisi pada masa-masa terapi bertujuan untuk menjaga berat badan ideal serta memenuhi kebutuhan energi untuk tahap pemulihan dan penyembuhan.Tidak dapat dipungkiri kalau terapi selama pengobatan kanker dapat memengaruhi pola makan dan status gizi pasien. Namun, pemberian asupan nutrisi yang bergizi dan seimbang selama dan setelah pengobatan kanker dapat membuat pasien merasa lebih baik dan tetap kuat. Beberapa komponen makanan yang penting diberikan bagi pasien kanker untuk membantu penyerapan nutrisi makanan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien selama menjalani pengobatan:
•KARBOHIDRAT
Karbohidrat sangat dibutuhkan oleh penderita kanker karena dapat memberikan energi yang diperlukan tubuh selama pengobatan. contoh sumber karbohidrat adalah roti, gandum utuh, beras merah, produk sereal, kacang kering, kacang polong, dan lentil.
•PROTEIN
Asam amino yang terkandung dalam protein berguna untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, dan pemeliharaan sistem kekebalan tubuh. Protein juga membantu tubuh untuk membuat sel, hormon, dan enzim. Beberapa makanan yang mengandung protein seperti daging tanpa lemak, ikan, susu, telur, dan yogurt dapat mengganti dan memperbaiki sel tubuh yang rusak karena penggerogotan sel kanker.
•AIR
Sebagai komponen penting dalam tubuh, air dan cairan berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, menyalurkan nutrisi ke bagian tubuh yang membutuhkan, dan membantu mengeluarkan kotoran. Air merupakan pilihan terbaik untuk membantu tubuh dalam mempertahankan jumlah cairan yang memadai. Jika tubuh tidak mendapatkan cairan yang cukup selama pengobatan kanker, pasien kanker akan mengalami dehidrasi, apalagi jika disertai dengan muntah dan diare. Tanyakan kepada dokter untuk mengetahui berapa banyak air yang dibutuhkan untuk mencegah dehidrasi serta jenis cairan dan minuman seperti apa yang boleh dikonsumsi selama pengobatan.
•VITAMIN
Sebagai senyawa kimia alami yang penting untuk kesehatan, vitamin membantu tubuh menciptakan energi dari karbohidrat, lemak, dan protein. Vitamin juga dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, menjaga sistem imun tubuh, serta menjaga kekuatan tulang, mata, kulit, kuku, dan rambut. Sumber utama vitamin dapat ditemukan dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari, seperti buah dan sayuran.
•MINERAL
Tubuh membutuhkan mineral untuk membantu metabolisme karbohidrat dan lemak hingga menjadi energi. Selain itu, mineral bersama vitamin juga berfungsi untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Asupan mineral didapatkan dari jenis makanan nabati dan hewani, antara lain seperti makanan mengandung kalsium, sayur-sayuran seperti brokoli, makanan laut, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.
Selama pengobatan kanker, umumnya pasien akan kehilangan berat badan dan mengalami kondisi seperti mual, hilang nafsu makan, dan lain-lain. Konsultasikan dan mintalah rujukan pada dokter Anda serta dokter spesialis gizi klinik untuk membantu Anda membuat rencana pola makan terbaik untuk menunjang kebutuhan Anda dan/atau orang terkasih selama menjalani pengobatan kanker.