Kanker payudara di Indonesia masih ditemukan dalam stadium lanjut, oleh karena itu diperlukan peningkatan upaya deteksi dini yang melibatkan mitrabestari dari berbagai disiplin ilmu dan pembuat kebijakan.

Cakupan pemeriksaan payudara klinis yang merupakan bagian dari program deteksi dini nasional saat ini masih belum optimal cakupannya sehingga perlu upaya peningkatan kesadaran pada masyarakat (khususnya para perempuan) serta kelancaran sistem rujukan ke rumah sakit.

Dalam kerjasama Kementerian Kesehatan Indonesia dan Belanda, salah satu topik kerjasama adalah skrining kanker. Pusat Kanker Nasional/RS.Kanker Dharmais berinisiatif untuk bekerjasama dengan Dutch Expert Centre for Screening, sebagai upaya untuk mendukung program nasional penanggulangan kanker khususnya kanker payudara

Program penanggulangan kanker merupakan hal yang harus dilaksanakan bersama mitrabestari, sehingga usulan program yang diajukan melibatkan kementerian, profesi dan lembaga swadaya masyarakat

Program dengan fokus teknis medik skrining mamografi merupakan titik awal untuk meningkatkan deteksi dini kanker payudara asimptomatik. Dengan melibatkan 4 rumah sakit maka diharapkan hasil pilot projek ini dapat merupakan model skrining yang dapat digunakan di Indonesia.

Untuk memulai program tersebut dilakukan sosialisasi awal yang dilaksanakan pada Jum’at, 7 Februari 2020 bertempat di Ruang Kuliah SMF RS. Kanker “Dharmais”. Kegiatan yang dibuka oleh dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS selaku Direksi PKN-RS. Kanker “Dharmais”, dihadiri oleh perwakilan dari Ditjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinkes DKI, Sudinkes Jakarta Barat, BPJS Kesehatan, FKMUI, Rumah sakit yang terlibat dalam program ini, serta beberapa mitra dan organisasi profesi lainnya.