Oleh : Alvinda Heriza Nasution S.Farm., Apt

Berdasarkan data Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) berjudul The Tobacco Control Atlas tahun 2016, sebanyak 36% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia merupakan perokok aktif artinya sekitar 65,19 juta orang Indonesia membakar paru-parunya setiap hari. Seperti banyak informasi yang telah beredar diluaran sana asap rokok itu sangat berbahaya tidak hanya untuk yang perokok aktif justru perokok pasif mendapat efek yang lebih berbahaya. Informasi yang ditulisakan dalam kemasan rokok pun sudah jelas tertulis bahwa rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit salah satunya yaitu kanker. Bisa dibayangkan jika 65,19 juta orang perokok aktif, berapa banyak perokok pasif yang mendapatkan dampak bahaya nya, jumlah yang sangat banyak bukan? Kesempatan untuk menderita kanker pun menjadi sangat tinggi untuk orang-orang yang terpapar asap rokok.
Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain. Akibatnya apa? Banyak yang harus dirasakan oleh penderita kanker yang paling sering terjadi ialah nyeri yang teramat sangat hingga ketidakmampuan melakukan aktivitas normal seperti manusia sehat pada umumnya. Kanker memang sudah ada obatnya, namun untuk menjalani pengobatan kanker penderita kanker harus merasakan ketidaknyamanan. Misal pasien yang menjalani pengobatan dengan kemoterapi banyak yang harus dirasakan karena kemoterapi memiliki efek samping seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan, kerontokan rambut, diare berkelanjutan dll.
Jumlah kasus baru dan kematian akibat kanker di seluruh dunia berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada 2015 menunjukan angka peningkatan yang signifikan. Sejak 2008 sampai diperkirakan Tahun 2030 mencapai angka 17 juta jiwa kematian dan 26 juta jiwa kategori kesakitan. Data tersebut menjadi peringatan bagi seluruh negara terutama Indonesia.
Melihat data tersebut, program pengendalian kanker yang dilakukan oleh pemerintah dilakukan dengan upaya kegiatan promotif dan preventif berupa peningkatan pengetahuan bagi masyarakat tentang pencegahan dan faktor resiko kanker (depkes.go.id, 2017).
Rokok beserta asapnya memang penyumbang faktor risiko paling tinggi penyebab timbulnya kanker. Maka pemerintah dalam program CERDIK (Cek Kesehatan Berkala, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Olahraga, Istirahat yang Cukup dan Kelola Stress) mengajak semua kalangan masyarakat untuk melakukan dengan konsisten program ini. Salah satu poin yang perlu digarisbawahi Enyahkan Asap Rokok, pemerintah menyadari hal ini merupakan hal penting yang harus diketahui oleh semua kalangan masyarakat. Enyahkan Asap Rokok dimulai dari rumah, kantor dan lingkungan sekitar apalagi di tempat-tempat umum. Pemerintah sadar betul dengan adanya program ini, masyarakat bisa hidup jauh lebih sehat lebih dapat menyayangi diri sendiri, keluarga dan orang-orang disekelilingnya.
Jika anda belum bisa berkontribusi banyak untuk negeri ini, marilah kita sukseskan program yang dibuat oleh pemerintah. Hidup sehat tanpa asap rokok, hidup sehat merupakan bekal utama kita dalam menjalani kehidupan. Asap rokok bisa jadi mematikan cita-cita anak bangsa, asap rokok mungkin saja memutuskan harapan-harapan indah masyarakat kita. Sudah terlalu banyak kesakitan untuk Negeri ini jangan kita tambah lagi dengan beban asap rokok. Semua masyarakat berhak hidup sehat dengan udara bebas asap rokok dan yang perlu kita ingat bahwa kalau bukan kita, siapa lagi, kalau bukan sekarang mau kapan lagi.