Cegah dan Lawan Kanker dengan Makanan yang Anda Konsumsi

Oleh : Fauzatun Hadiyati, S.Gz

Apakah anda makan untuk hidup ataukah hidup untuk makan??”


Coba perhatikan piring makan yang menyajikan makanan yang anda santap sehari-hari? Apakah piring makan anda terlalu banyak karbohidrat, konsumsi daging merah dan hasil olahnya yang berlebihan, lauk pauk yang sering diolah dengan cara digoreng, sedikit atau mungkin tanpa sayur juga tanpa buah, cemilan yang dikonsumsi seringkali diolah dengan cara digoreng, gemar mengkonsumsi minuman pemanis cepat saji atau minuman pemanis dalam kemasan, gemar mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food) ditambah kegemaran merokok serta kurangnya aktivitas fisik sehari-hari, maka anda dapat bertanya pada diri anda sendiri apakah kebiasaan makan dan gaya hidup anda selama ini membuat anda merasa sehat terhindar dari penyakit kanker atau memang sudah terdiagnosis kanker namun makanan yang anda makan justru membuatnya semakin berkembang ?? Revolusi industri makanan masa kini pun memberikan banyak kemudahan bagi konsumennya terlebih untuk generasi millennial yang tak terpisahkan dari gadget dan kemajuan teknologi sehingga memudahkan mendapatkan makanan secara cepat dan praktis.
Tahukah anda, saat ini Indonesia sedang mengalami transisi epidemiologi dari penyakit menular ke Penyakit Tidak Menular (PTM). Kanker merupakan salah satu PTM yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan regulasi sel, menyerang jaringan biologis didekatnya dan bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik (metastasis) yang dapat disebabkan dari dalam tubuh (faktor mutasi genetik, hormonal atau metabolisme) dan luar tubuh (faktor lingkungan). Komitmen Penguatan Kegiatan Penanggulangan Kanker di Indonesia menetapkan Kanker menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan nasional. Salah satu isi Komitmen Penguatan Kegiatan Penanggulangan Kanker di Indonesia adalah meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat tentang kanker dan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan.
Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 diketahui bahwa terjadi peningkatan prevalensi kanker yang cukup signifikan yaitu sebesar 28%. Berdasarkan Globocan 2018, di Indonesia jumlah kasus baru kanker adalah 348.809 kasus dengan estimasi kematian sebanyak 207.210 jiwa. Angka kejadian penyakit kanker di Indonesia (136.2/100.000 penduduk) berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. Kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara dengan insidens sebanyak 42,1/100 ribu  penduduk, diikuti oleh kanker leher rahim dengan insidens sebanyak 23,4/100 ribu penduduk.
Sedangkan pada pria, kanker terbanyak adalah kanker paru dengan insidens sebanyak 12,4/100 ribu penduduk, diikuti oleh kanker kolorektal dengan insidens sebesar 12,1/100 ribu penduduk.
Penggunaan internet serta media sosial dewasa ini memudahkan tersebarnya informasi secara cepat baik yang berdasarkan data dan fakta maupun yang belum terbukti kebenarannya (hoax). Beberapa informasi menyatakan pasien kanker tidak boleh mengkonsumsi daging merah atau hewan berkaki empat, ayam, ikan, gula, susu, makanan atau minuman dalam kemasan seperti biskuit, air mineral atau beberapa kanker tertentu tidak boleh konsumsi tahu, tempe, kacang-kacangan. Makanan hanya boleh diolah dengan cara direbus atau dikukus tidak boleh digoreng. Pada akhirnya makanan yang dikonsumsi itu-itu saja tidak variatif sehingga pasien kanker menjadi bosan, tidak nafsu makan, berat badan mengalami penurunan secara drastis sehingga pasien menjadi kurang gizi bahkan malnutrisi. Informasi yang didapatkan dari internet ataupun media sosial belum tentu sudah diuji secara ilmiah. Bagaimana mungkin melawan kanker jika informasi yang didapatkan tidak berdasarkan data dan fakta bahkan cenderung dapat merugikan kesehatan sendiri. Untuk itu sebagai pengguna internet dan media sosial, masyarakat diharapkan dapat lebih berpikir kritis saat membaca informasi yang disajikan. Sangat disarankan untuk dapat mengakses informasi terkait Kanker termasuk pemilihan dan pengaturan makannya salah satunya mealui jurnal-jurnal penelitian karena informasi yang disajikan sudah teruji secara ilmiah serta dapat dipertanggung jawabkan.
Ada beberapa hal terkait pemilihan makanan dengan prinsip Gizi Seimbang untuk mencegah terjadinya penyakit kanker termasuk juga untuk mencegah semakin meningkatnya pertumbuhan dan perkembangan sel-sel kanker serta meningkatkan kualitas hidup pasien Kanker berdasarkan hasil-hasil penelitian antara lain :
1. Mencapai atau mempertahankan status gizi yang baik dengan berat badan normal atau ideal dengan asupan makan yang bergizi serta melakukan aktivitas fisik secara teratur (anjuran 150 menit seminggu).
2. Tingkatkan asupan serat dari sayur dan buah setiap hari.
3. Tingkatkan asupan makanan antioksidan (makanan sumber vitamin A,C,E, dan mineral selenium, zink).
4. Batasi asupan lemak jenuh dan lemak trans
5. Batasi konsumsi makanan tinggi kalori
6. Batasi karbohidrat dengan Indeks glikemik tinggi
7. Batasi konsumsi daging merah dan olahannya (3 potong@50 gram/ minggu)
8. Batasi konsumsi makanan tinggi garam/ natrium
9. Konsumsi makanan yang mengandung phytochemical seperti fitoestrogen, karotenoid atau isoflavon
10. “Porsi Isi Piringku” yang dianjurkan adalah makanan pokok (sumber kabohidrat) dengan porsi 2/3 dari 1/2 piring. Lauk pauk (sumber protein) dengan porsi 1/3 dari 1/2 piring. Sayur-sayuran (sumber vitamin dan mineral) dengan porsi 2/3 dari 1/2 piring dan buah-buahan (sumber vitamin dan mineral) dengan porsi 1/3 dari 1/2 piring.

 

Gambar Tumpeng Gizi Seimbang