Sistem Kekebalan Tubuh yang Menakjubkan, Melawan Kanker oleh: dr. Tri Kusuma W, SpPK

Instalasi Laboratorium Terpadu, Rumah Sakit Kanker Dharmais-Pusat Kanker Nasional Kerap kali kita mendengar pertanyaan “Apa penyebab kanker ?” “ Mengapa sel kanker bisa tumbuh dalam tubuh kita ?”. Artikel ini akan berusaha mengulas hal tersebut dan betapa menakjubkannya tubuh kita.
Penyebab kanker adalah kombinasi antara sifat genetik dan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi risiko berkembangnya keganasan. Bagaimana dapat terjadi akumulasi mutasi genetik belum diketahui secara pasti. Pengaruh lingkungan seperti paparan kronik zat kimia, radiasi, infeksi virus / bakteri dapat memperbesar risiko beberapa jenis keganasan.
Tentu saja tubuh tidak tinggal diam terhadap perubahan yang berpotensi menyebabkan hal buruk bagi tubuh, termasuk perubahan sel kearah keganasan. Tubuh memiliki sistem kekebalan tubuh (imunitas tubuh) yaitu tentara – tentara terdiri dari sel limfosit T, sel limfosit B, neutral killer cell (NK cell), dan sel dendritik yang dapat mengenali potensi perubahan sel kearah keganasan dan menanganinya, disebut immunosurveillance. Namun, sistem imun juga dapat mendukung berkembangnya pertumbuhan tumor melalui mekanisme inflamasi kronik, seleksi imun yang meloloskan varian tentara (sel imun) dengan potensi imun lemah, dan menekan sistem imun anti-tumor. Kemampuan tentara imun tubuh untuk melindungi dan juga mendukung pertumbuhan tumor ini dikenal sebagai immunoediting.
Immunoediting terdiri dari tiga fase yaitu eliminasi, equilibrium dan escape (3E). Fase eliminasi atau immunosurveillance, adalah fase dimana tentara -tentara sistem imbun tubuh kita dapat mendeteksi dan menghancurkan sel yang mengalami perubahan kearah keganasan jauh sebelum ada gejala klinis yang timbul. Namun akan ada suatu masa dimana tidak semua sel tersebut dapat dieliminasi oleh para tentara imun, sehingga masuk ke fase berikutnya yaitu equilibrium. Pada fase ini tentara tubuh kita menghambat pertumbuhan sel-sel tumor dan melakukan perubahan dan adaptasi imun untuk mengatasi sel tumor yang mulai mencoba menipu tubuh dengan masking seolah olah sel tumor adalah bagian dari sel tubuh sehingga tantara imun tidak dapat mengenalinya. Pada fase equilibrium walaupun belum ada gejala klinis tentara imun kita berkerja keras menjaga keseimbangan antara sel sehat dan sel tumor, namun ada tentara imun yang mulai tidak dapat mengenali sel tumor. Semakin lama semakin banyak tentara imun tubuh yang tidak dapat mengenali sel tumor, hingga akhirnya sel tumor dapat tumbuh progresif di lingkungan mikro yang mendukung pertumbuhan sel tumor tersebut, fase ini disebut escape. Pada fase ini gejala klinis timbul. Mekanisme inilah yang mendasari timbulnya pengobatan immunotherapy untuk keganasan. Tentara imun tubuh yang sudah tidak dapat mengenali sel tumor lagi, akan mendapat bantuan tantara imun yang telah “disekolahkan” untuk mengenali suatu sel kanker secara spesifik.
Betapa hebatnya sistem kekebalan tubuh manusia menjaga kesehatan tubuh, berbagai mekanisme telah disiapkan oleh tentara imun tubuh bahkan jauh sebelum gejala klinis timbul. Perkembangan bio-teknologi untuk pengobatan pun berkembang seiring semakin banyaknya mekanisme pertahanan tubuh terungkap. Namun tentara imun tubuh kita akan berkerja lebih maksimal jika kita menjaga tubuh dari berbagai faktor risiko keganasan. Mulai lah dengan melakukan pola hidup CERDIK yaitu Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress. Mari kita cegah kanker dengan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini.