AYO CEGAH KANKER

dr. Hubertus Hosti Hayuanta, SpP Instalasi Laboratorium Terpadu Lomba Essay HUT RSKD

Tak kenal maka tak sayang. Kita semua tentu tahu ungkapan itu. Tidak bisa sayang seseorang kalau tidak tahu apa-apa soal orang itu. Namun karena kali ini kita akan membahas tentang kanker, mungkin ungkapannya perlu disesuaikan sedikit. Tak kenal maka tak benci. Atau, tak kenal maka tak bisa mencegah. Karena, kalau kita tidak tahu apa kanker itu atau mengapa bisa muncul, cara mencegahnya juga jauh dari angan-angan.
Jadi kalau begitu, apa sih kanker itu?
Kanker adalah penyakit akibat adanya sel-sel tubuh yang membelah diri tidak terkontrol atau tidak kunjung mati. Tubuh kita disusun oleh sel-sel yang menempel satu sama lain dan bekerja sama. Macamnya ada banyak. Ada sel kulit, sel hati, sel darah, dan seterusnya. Sel-sel ini punya usia. Setelah waktu tertentu, sel-sel ini akan mati dan musnah. Jadi, sel-sel ini harus terus menerus membelah, supaya ada pengganti yang meneruskan fungsinya sewaktu sel-sel pendahulunya sudah tidak ada.
Seperti program Keluarga Berencana, laju pembelahan sel-sel ini dikontrol oleh tubuh. Namun dalam kanker, kontrol ini rusak. Sehingga sel yang bermasalah terus menerus membelah dan jumlah penduduk sel jadi membludak. Sel-sel yang membludak ini menghabiskan makanan dan mengganggu fungsi sel-sel yang lain. Pertama-tama, sel-sel ini akan berbuat onar di tempatnya sendiri di dalam tubuh. Tetapi dalam keadaan lanjut, sel-sel ini bisa berpindah ke bagian tubuh lain dan berbuat onar di sana, atau disebut juga dengan metastasis. Perlu juga diketahui bahwa tidak semua kanker diakibatkan pembelahan yang tidak terkontrol. Bisa juga kanker disebabkan oleh karena sel-sel tertentu kehilangan kemampuannya untuk mati. Hasil akhirnya sama saja, jumlah sel yang bermasalah tadi akan membludak dan berbuat onar.
Karena tubuh disusun oleh sel-sel yang berbeda-beda, jenis kanker juga berbeda-beda. Kalau sel yang tidak bisa berhenti membelah atau tidak kunjung mati adalah sel darah, maka kankernya adalah kanker darah, kalau sel yang bermasalah adalah sel hati, maka kankernya adalah sel hati, dan seterusnya. Jadi, tidak seperti panu atau tifus, kata kanker sebenernya merujuk ke banyak sekali penyakit. Bahkan, jenis kanker sendiri ada di atas 200 buah. Maka dari itu, patut mengundang pertanyaan kalau ada obat yang dikatakan ampuh menyembuhkan semua kanker. Itu mungkin sama saja dengan mengatakan ada obat X yang bisa menyembuhkan panu sekaligus tifus dan lebih dari 198 penyakit lainnya.
Sekarang, kenapa sel-sel kanker bisa membelah tidak terkontrol atau tidak kunjung mati? Untuk itu kita perlu melihat ke DNA. Di dalam setiap sel ada cetak biru yang berisi rancang bangun setiap komponen dalam tubuh, atau disebut juga dengan DNA. Dalam kehidupannya, setiap sel akan terus mencontek cetak biru ini sebagai panduan hidup. Saat sel-sel membelah diri, mereka akan memberikan salinan cetak biru ini ke anak-anaknya juga.
Kadang-kadang, kekeliruan terjadi sewaktu suatu sel menyalin cetak biru untuk diberikan ke anaknya. Akibatnya, anaknya akan membawa-bawa cetak biru yang mengandung kesalahan. Kesalahan dalam cetak biru ini disebut dengan mutasi. Tidak semua mutasi menyebabkan penyakit, walaupun tidak sampai menganugerahkan kekuatan super seperti di cerita X-Men. Namun bisa juga, mutasi menyebabkan penyakit. Misalnya pada kanker, saat “panduan hidup” yang salah membuat sel tidak berhenti membelah atau tidak mau mati.
Lalu apa sih yang menyebabkan kekeliruan pada cetak biru ini? Salah satu faktor terbesarnya, dan yang bisa kita atur, adalah lingkungan. Zat-zat toksik atau kuman bisa mengakibatkan kesalahan sewaktu cetak biru disalin. Supaya sel-sel bisa menyalin dengan tenang, kita harus menghindarkan sel-sel tubuh kita dari zat-zat toksik dan kuman.
Sekarang sesudah kita membahas apa kanker itu dan penyebabnya, kita bisa menebak cara mencegahnya. Apakah itu? Tentu saja dengan hidup sehat. Saat ini pembaca yang budiman mungkin bergumam, “Ya iyalah,” sambil menepuk jidat. Tapi memang begitulah adanya. Kalau kita tidak merokok, tidak ada asap rokok yang merusak sel-sel saluran pernapasan kita dan mengganggu mereka saat menyalin cetak biru untuk anak-anaknya. Kalau kita makan makanan sehat dan berimbang, tidak ada zat-zat tambahan yang bisa merusak atau mengganggu sel-sel saluran pencernaan kita. Kalau kita membatasi asupan alkohol, sel-sel hati kita bisa membelah diri dengan lebih tenang. Kalau kita melakukan vaksinasi dan berolahraga, kita juga akan terhindarkan dari infeksi kuman yang bisa menyebabkan mutasi dan kanker. Begitu pentingnya hidup sehat ini, sampai Kementerian Kesehatan mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang terdiri dari tujuh langkah penting: melakukan aktivitas fisik, makan buah dan sayuran, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, melakukan cek kesehatan berkala, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan jamban. Lebih khususnya lagi, Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat untuk mencegah penyakit tidak menular dengan perilaku CERDIK, yakni Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet Seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola Stres.
Jadi, ayo kita mulai hidup sehat. Seperti ungkapan terkenal lain, mencegah lebih baik daripada mengobati. Apalagi kalau yang dicegah itu kanker.