Dalam rangka bulan peduli kanker paru sedunia yang jatuh pada Bulan November 2019, RSKD mengadakan penyuluhan mengenai kanker paru, dimana kanker paru juga menjadi penyebab utama kematian akibat kanker yakni sebesar 18,4 % dari total kematian karena kanker.


Kegiatan ini di hadiri oleh para pengunjung, pasien serta keluarga pasien RSKD. dengan dr.Willy Pandu Ariawan,SpP sebagai pembicara, dan kegiatan ini berlangsung di lobby poliklinik onkologi lantai 2 RSKD pada hari Jum'at 15 november 2019.

Skrining / Deteksi Dini
• Skrining kanker adalah mencari tanda – tanda kanker sebelum gejala timbul.
• Skrining dapat mengidentifikasi kasus kanker awal yang belum menimbulkan gejala klinis.
Deteksi Dini Kanker Paru
• Belum ada uji tertentu yang direkomendasikan untuk skrining pada suatu populasi
• A low-dose helical computerized tomography (CT or CAT) scan saat ini telah diteliti untuk skrining kanker paru
• Seseorang dengan risiko tinggi seperti perokok atau pajanan asbestos perlu dipertimbangkan keuntungan dan keterbatasan skrining CT scan ini
• Foto thoraks rutin tidak dianjurkan
Sasaran Deteksi Dini
Subjek dengan risiko tinggi (kriteria PDPI)
• Perokok usia > 40 tahun
• Pajanan industri tertentu dengan gejala
–Batuk
–Sesak napas
–Nyeri dada
–Berat badan menurun
Modalitas Pemeriksaan Diagnosis
• Foto thoraks
• Pemeriksaan sitologi dahak
• Spirometri
• Bronkoskopi
• CT scan / MRI
• PET CT scan
• Tumor marker
Hambatan Skrining
• Kurangnya pengetahuan dan kewaspadaan mengenai gejala kanker
• Biaya dan tidak adanya asuransi
• Kurangnya rekomendasi petugas kesehatan
• Bahasa dan kepercayaan budaya
• Faktor psikologi, status sosioekonomi (kemiskinan, edukasi dan pengangguran)
• Ketakutan
Deteksi Dini Kanker
• Kanker berkembang dalam tubuh sangat tidak terasa
• Sampai timbulnya stadium tertentu pasien hidup normal tanpa keluhan
• Gejala kanker paru tidak jelas sampai penyakit ini sudah pada stadium lanjut dan gejalanya seperti penyakit lainnya
• Gejala tersering : batuk yang memburuk, sesak, sulit bernapas, nyeri dada, batuk darah, suara serak, pneumonia, cepat letih dan penurunan berat badan
• Penyebaran kanker : Nyeri tulang, pengubahan saraf, lumpuh dan pembengkakan kelenjar.
• Skrining dapat menemukan kanker lebih awal dan dapat diterapi lebih baik
Mengapa deteksi dini sangat penting ?
• Sulitnya skrining untuk kanker paru
• Penyakit dideteksi dini menghasilkan terapi yang lebih baik dan dapat disembuhkan. Kanker dapat diobati jika diditeksi dini
• Penyakit lanjut menunjukan hasil terapi yang buruk
• Penyakit lanjut menyebabkan masalah keuangan dan fisiologis
Tanda waspada - Kanker paru
• Batuk kronik
• Batuk darah
• Perubahan suara
• Nyeri dada
• Sesak napas
Faktor risiko
• Rokok
• Pajanan asbestos
• Batu bara
• Radiasi

Skrining Low Dose CT (LDCT)

NCCN Guideline 2018

Penilaian Risiko
• Riwayat merokok
• Pajanan secondhand smoke
• Pajanan Radon
• Pajanan silika, cadmium, asbestos, arsenic, beryllium, chromium, diesel dan nikel
• Riwayat kanker
• Riwayat penyakit paru (PPOK, TB)
• Tidak ada keluhan dan gejala kanker
Status Risiko
• Risiko Tinggi
Umur 55 – 74 tahun merokok 30 pack year / berhenti merokok < 15 tahun
Umur > 50 tahun dan merokok > 20 pack year + faktor pajanan kimia
• Risiko Sedang
Umur > 50 tahun dan merokok > 20 pack year + secondhand smoke
• Risiko Rendah
Umur < 50 tahun dan atau merokok > 20 pack year
Risiko tinggi jika tidak ditemukan tanda nodul skrining tiap 3 tahun sampai umur 74 tahun
Risiko sedang dan rendah tidak direkomendasikan skrining rutin
Risiko tinggi dengan nodul
• ≤ 4 mm
Skrining tiap 3 tahun sampai umur 74 tahun
• > 4-6 mm
Ulangi LDCT 6 bulan – jika penambahan ukuran – bedah
• > 6-8 mm
Ulangi LDCT 3 bulan – jika penambahan ukuran – bedah
• > 8 mm
Lakukan PET CT scan
- Jika negatif – LDCT tiap 3 bulan
- Jika positif – Biopsi
• Solid endobronkial – Bronkoskopi - Biopsi
Risiko tinggi dengan GGO / GGN / Non solid nodul
• < 5mm
LDCT tiap 1 tahun
- Stabil – LDCT tiap 2 tahun sampai umur 74 tahun
- Peningkatan ukuran – LDCT tiap3-6 bulan / bedah
• 5-10 mm
LDCT tiap 6 bulan
- Stabil – LDCT tiap 2 tahun sampai umur 74 tahun
- Peningkatan ukuran – Bedah
• > 10 mm
LDCT tiap 3-6 bulan
- Stabil – LDCT tiap 6-12 bulan / Biopsi / Bedah
- Peningkatan ukuran – Bedah
Risiko Skrining LDCT
• Deteksi yang sia – sia / tidak perlu
• Rasa ketakutan akan hasil diagnosis
• Hasil False positif
• Hasil False negatif
• Pajanan radiasi
• Biaya
Keuntungan Skrining LDCT
• Menurunkan mortalitas kanker paru
• Kualitas hidup menurunkan angka kesakitan penyakit menurunkan angka kesakitan terapi memperbaiki gaya hidup sehat menurunkan masalah psikososial
• Cost efektif
• Tujuan skrining adalah untuk mendeteksi kanker sebelum timbulnya gejala sehingga terapi dapat berhasil dengan baik
• Skrining memberikan keuntungan individu dengan memperpanjang usia hidup dan meningkatkan kualitas hidup
• Skrining yang baik ideal adalah memiliki hasil yang baik dan tepat, telah tervalidasi (sensitif dan spesifik), risiko rendah, mudah didapat dan murah
• False positif sebaiknya rendah untuk mencegah pemeriksaan yang tidak perlu

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyuluhan rutin, dapat menghubungi Instalasi Deteksi Dini dan PKRS di hotline: (021)- 5681578 dan whatsapp :0857760000078