Pengertian Managemen Symptom
Pengertian dari managemen symptom menurut National Cancer Institute Dictionary of Cancer Term adalah “Perawatan yang diberikan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang memiliki penyakit serius atau mengancam jiwa, tujuan dari manajemen symptom adalah untuk mencegah atau mengobati sedini mungkin gejala penyakit, efek samping yang disebabkan oleh treatment penyakit, dan masalah psikologis, sosial dan spiritual terkait dengan penyakit atau perawatannya”.
Pada The New Oxford Dictionary “A Symptom” diartikan sebagai : fenomena fisik atau mental, keadaan atau perubahan kondisi yang timbul dari dan menyertai suatu gangguan dan merupakan bukti untuknya secara khusus merupakan indikator subjektif, dapat dilihat oleh pasien dan disesuaikan dengan objektif.
Sedangkan menurut DS oncology nursing course tahun 2016 managemen symptom adalah proses interaktif mulai dari pengamatan hingga penilaian, analisis, pemantauan, intervensi, evaluasi dan konsolidasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengobatan (QoT), kualitas hidup (QoL) dan kualitas sekarat (QoD).
Manfaat 
1.Untuk menilai masalah
2.Untuk memutuskan tentang intervensi
3.Untuk mengukur efektivitas
4.Untuk melanjutkan perawatan
5.Untuk mengevalasi diri sendiri
6.Tumbuh sebagai teladan dan pelatih
Metode Assesmen Tool Managemen Symptom
Tidak ada konsensus tentang instrumen penilaian gejala yang optimal. Ulasan oleh Kirkova el.al. Pada tahun 2006 instrumen penilaian gejala kanker mengidentifikasi 21 instrumen yang sesuai dengan penggunaan klinis.

Edmontom Symptom Assesment System (ESAS)
• ESAS adalah alat singkat dan berguna secara klinis yang dikembangkan oleh Bruera, Kuchn, Miller, Selmscr, dan Macmillan (1991)
• ESAS adalah alat pelaporan diri untuk menilai intensitas Gejala pada pasien dengan kanker

 

Perawatan Symptom pada Pasien Kemoterapi di RS Kanker “Dharmais”
1.Hilang Nafsu Makan
• Makan porsi kecil tapi sering
• Makan bersama anggota keluarga
• Atasi mual muntah
• Anjurkan makan saat lapar
• Makan makanan yang mudah dicerna ( cair) : es cream, susu
• Sajikan makanan dalam bentuk yang menarik
• Hindari banyak minum saat makan. Stop minum 1/2 – 1 jam sebelum waktu makan
• Lakukan aktivitas fisik ringan
2.Lelah/ Fatigue
• Efek samping paling umum
• Rasa lelah yang tidak dapat diprediksi, intens, dan luar biasa
• Menilai kelelahan terkait kanker
 Izinkan pasien untuk menggambarkan dengan kata-kata mereka sendiri menggunakan pertanyaan terbuka: “Ceritakan tentang kelelahanmu
 Gunakan skala
 Tentukan faktor penggabungan dan pengurangan
 Dokumentasi
• Saran Pendekatan Aktif                                                                 
 Mengakui adanya fatigue
 Siapkan Informasi
 Prioritaskan aktivitas
 Seimbang aktivitas dengan istirahat
 Lakukan aktivitas kecil ringan 
 Energy conservation
 Support Psikososial
 Makan dan minum cukup

3.Mual
Menurut Brown,2015 Perawat onkologi memainkan peran penting dalam penilaian dan manajemen Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting (CIVN) 
• Mual adalah sensasi subyektif (de Carvalho, Martins, dan dos Santos, 2007).
• CINV bisa akut (berlangsung beberapa menit atau beberapa jam setelah perawatan),
• Delayed (berlangsung 24 jam atau lebih lama setelah perawatan),
• Anticipatory, breakthrough (terjadi bahkan setelah obat pencegahan telah diambil),
• atau refractory (obat antinausea yang bekerja di masa lalu tidak lagi mengendalikan gejalanya)
(NCCN, 2008)
CIVN dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, malnutrisi, penurunan perawatan diri, penurunan fungsi, depresi, dan kelelahan (Lohr, 2008; NCCN, 2008)
Peran Perawat :
• Menilai jumlah episode muntah.
• Mencatat waktu CINV (fase akut dalam 24 jam pertama, fase tertunda setelah 24 jam awal)
• Menilai kemampuan pasien untuk makan setelah kemoterapi.
• Memperhatikan asupan oral pasien.
• Dokumen antiemetik diambil oleh pasien.
• Lacak gejala atau masalah terkait lainnya yang memengaruhi pasien.
Intervensi
• Hindari minum dalam jumlah yang banyak 
• Makan porsi kecil tapi sering
• Minum obat antiemetik teratur 3-5 hari pasca kemo
• Hindari makan berlemak dan berminyak dan makanan terlalu manis 
• Jaga kebersihan mulut secara teratur

4. Nyeri
Penilaian nyeri yang akurat dapat memengaruhi hasil pasien, Green 2014

Dimensions of pain 
• Physical
• Psychological
• Social
• Spiritual
Diagnostic of pain

Causes of pain
• Tumor or metastasis grow into or press on surrounding tissues
• Tumor or metastasis grow into nerves
• Treatment
• Test (punctions etc)
• Other factors

Diagnostic of pain
• Berikan deskripsi rasa sakit (gunakan kata-kata pasien)
• Analisis setiap rasa sakit secara terpisah
• Keparahan, karakter, durasi dan perjalanan rasa sakit
• Faktor-faktor pengaruh pada faktor fisik, psikologis dan sosial
• Makna rasa sakit

  

5. Cemas / Anxiety
Kecemasan adalah respons psikologis alami terhadap ancaman kanker, penting untuk memahami sifat spesifik dari kecemasan agar dapat memahami cara terbaik untuk mendukungnya. Meskipun perawatan farmakologis dapat bermanfaat, intervensi psikologis mungkin lebih dapat diterima pasien, dan lebih efektif untuk manajemen kecemasan jangka panjang.
Mengenali Kecemasan  Kecemasan dalam konteks ini beragam dan ditandai oleh komponen kognitif, emosional, dan perilaku.
Beberapa contoh tanda-tanda kecemasan meliputi:
• Kognitif: kekhawatiran berlebihan, bencana, atau ketidakpercayaan / ketidakpercayaan.
• Emosional: panik, takut atau gugup.
• Perilaku: penghindaran, kewaspadaan yang berlebihan atau mencari kepastian yang teratur.

Mengobati dan Mengelola Kecemasan
Pharmacological treatments, termasuk benzodiazepin, inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRIs), atau inhibitor reuptake serotonin norepinefrin (SNRIs) memiliki efek peredam emosional yang dapat berguna dalam pengelolaan kecemasan yang sangat bermasalah, tetapi kehati-hatian harus digunakan sebelum meresepkan. Perawatan farmakologis mungkin tidak cocok untuk semua pasien, bagi beberapa pasien efek samping sering tidak diinginkan, dan beberapa perawatan dapat berinteraksi dengan rezim pengobatan kanker tertentu.
Gejala fisiologis kecemasan adalah hasil dari kognisi yang salah, terdistorsi, atau bermasalah. Kelompok-kelompok pendukung, kelompok-kelompok yang lebih terinformasi secara teori, dan kelompok terapi ekspresif bermanfaat bagi beberapa pasien dan dapat menyediakan forum untuk berbagi informasi dan pengalaman, serta dukungan sosial yang diperlukan.

Mendukung Pasien Kanker dengan Kecemasan
Tenaga keperawatan tetap menjadi salah satu sumber dukungan dan perawatan yang paling penting bagi pasien kanker.
• Waspada terhadap tanda-tanda kecemasan; penggunaan penilaian kebutuhan yang tepat dan pertanyaan skrining singkat dapat dengan mudah dan efektif diimplementasikan ke dalam perawatan rutin.
• Pastikan komunikasi terbuka dan lingkungan mendukung pasien dapat mendiskusikan masalah psikososial.
• Persiapkan diri Anda dengan informasi dan miliki sistem untuk merujuk pasien ke spesialis lain atau layanan dukungan untuk manajemen kecemasan mereka yang paling efektif.
• Tahu basis bukti; sementara preferensi pasien untuk perawatan adalah penting, pasien akan meminta saran dan / atau dukungan dari tim layanan kesehatan sehingga penting untuk tetap mengetahui tentang prinsip-prinsip berbasis bukti saat ini.
• Mendukung penelitian lebih lanjut dalam pengelolaan masalah psikologis pada pasien kanker; peran perawat dalam perawatan kanker sangat penting dan oleh karena itu dukungan, keterlibatan, dan advokasi sangat penting jika kita ingin menciptakan sistem perawatan kanker yang paling memenuhi kebutuhan pasien.
Sumber : Macmillan. Worried sick: The emotional impact of cancer-
macmillan.org.uk/Documents
GetInvolved/Campaigns/Campaigns/Impact_of_cancer_english.pd

Kesimpulan
1. Symptom managemen merupakan perawatan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup, kualitas pengobatan dan kualitas dying.
2. Proses yang dilakukan merupakan proses interaktif mulai dari observasi, assesment, analisis, monitoring, intervensi, evaluasi dan konsolidasi.
3. Salah satu metode assessment tool yang digunakan adalah ESAS
4. ESAS merupakan alat pelapor diri untuk menilai intensitas symptom pasien kanker.

Materi ini telah disajikan pada Kegiatan Webinar tanggal 27 Februari 2019
Narasumber : Ns. Rohmawati, Skep
Moderator : Ns. Nani Sutarni, SKp, M.Kep