RS. Kanker “Dharmais”sebagai rumah sakit rujukan kanker nasional berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas pelayanan medis, seiring dengan meningkatnya permintaan untuk perawatan kanker, dan meningkatnya jumlah pasien yang lebih memilih perawatan medis di luar negeri. Untuk itu RS. Kanker “Dharmais” berkomitmen untuk memberikan kualitas layanan kesehatan terbaik.

Hal tersebut perlu ditunjang dengan berbagai faktor, diantaranya :
1. Bangunan RS  bangunan rs diharapkan memiliki desain arsitektur unik dan terbaru di Indonesia. Struktur dan desain bangunan diharapkan dapat setara daengan rumah sakit bertaraf internasional. Secara fungsional, bangunan rs diharapkan dapat mejawab kebutuhan permintaan perawatan kesehtan yang mengikuti standar layanan perawatan kesehatan internasional.
2. Peralatan Medis  RSKD perlu memiliki perawatan medis dengan teknologi terbaru dan lebih baik dibandingkan dengan kompetitior rumah sakit lainnya di ASIA dengan tujuan untuk memiliki keunggulan komptetitif diantara kompteitor rumah sakit lain di ASIA.
3. Peningkatan Kapasitas SDM  mitra strategis diharapkan mampu memberikan berbagai sarana transfer knowledge (perkembangan terbaru dalam industry perawatan kesehatan) hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas dan kemampuan dari SDM di RSKD.

Dalam peningkatan kapasitas sesuai faktor-faktor diatas maka diperlukan pendanaan yang mumpuni, oleh karena itu RSKD berupaya melalui proyek KPBU, diharapkan proyek ini dapat mempertimbangkan skema pendanaan yang efektif untuk mengoptimalkan besaran Availability Payment.

Sehingga pada Kamis, 27 September 2018 dilaksanakan Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding) Proyek KPBU-RS. Kanker “Dharmais” untuk mencari investor terbaik yang sejalan dengan visi, misi RS. Kanker “Dharmais”. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta yang dihadiri oleh kurang lebih 200an peserta investor dari dalam dan luar negeri.