Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM di RS Kanker Dharmais

Tanggal 13 – 14 Februari 2017 RS Kanker Dharmais mencanangkan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Acara ini dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan dan Sekretaris Jenderal Ombudsman RI. Seluruh unit kerja dan para dokter hadir dalam kesempatan tersebut. Hadir pula para pihak ketiga yang bekerjasama dengan RS Kanker Dharmais. Hal ini mendapat apresiasi khusus dari Sekjen Ombudsman RI, karena baru kali ini pencanangan zona integritas menghadirkan para pihak ketiga. Hal ini menjadi penting karena menunjukkan komitmen yang serius untuk menuju Wilayah Bebas dari Korupsi di lingkungan RS Kanker Dharmais.
Acara ini sengaja dirangkaikan dengan sosialisasi Zona Integritas, WBM dan WBBK sekaligus Gratifikasi dan SPIP, sehingga dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada seluruh staf di lingkungan RSKD tentang ZI, WBK dan WBBM. Materi-materi yang menarik disampaikan langsung oleh Inspektur Investigasi Kemenkes RI, drg. Rarit Gempari, MARS. Meskipun RS Kanker Dharmais belum terakreditasi internasional oleh JCI, namun bila ada tekad kuat dari RS Kanker Dharmais untuk mewujudkan WBK dan WBBM, maka hal tersebut akan sangat mungkin terlaksana. Yang terpenting adalah komitmen bersama dan semangat untuk meraih WBK dan WBBM dari level pimpinan hingga seluruh staf di lingkungan RSKD, menjadi modal utama yang menentukan keberhasilan.
Penilaian WBM dan WBBK nantinya akan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dilakukan penilaian oleh Tim Penilai Internal (TPI) dari unit utama di Kemenkes RI. Apabila berhasil melalui passing grade minimal 95, maka akan diusulkan penilaian eksternal oleh tim dari Kemenpan RB.
Sebelum penilaian-penilaian itu, akan dilakukan asesmen awal pada bulan Maret 2017 dengan didampingi oleh tim dari Inspektorat Investigasi. Selanjutnya dari hasil asesmen awal tersebut, akan dilakukan pendampingan oleh Inspektorat 1 sebagai pengampu unit utama Ditjen Pelayanan Kesehatan sampai dengan penilaian oleh TPI Kemenkes RI.
Langkah menuju WBK dan WBBM bukan hal yang mudah. Namun apabila berhasil menerapkan dalam keseharian pekerjaan di lingkungan kerja RSKD, maka akan meningkatkan pelayanan kepada publik, khususnya pasien-pasien yang berkunjung ke RSKD, mewujudkan tata kelola organisasi yang baik, sehingga efektivitas dan efisiensi organisasi dapat tumbuh dengan sendirinya. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan pegawai melalui pola remunerasi. Langkah-langkah yang sistematis dan bersama-sama seluruh stakeholder di lingkungan RSKD menjadi kunci keberhasilan pencapaian WBK dan WBBM ini.