SUPPORTING  DEPARTEMENT

Instalasi Bank Darah

Fungsi dan Kemampuan :

  1. Menyediakan darah / komponen darah yang aman untuk resipien / pasienkanker dan non kanker, berupa : Whole blood, packed red cell, trombosit, plasma, kriopresipitat  / faktor  anti hemofilik, dan lain-lain, yang   diproses dari donor  multipel di UTD-D PMI Trombosit dan plasma donor tunggal dengan mesin aferesis milik RSKD
  2. Menyediakan sel asal / induk darah  tepi ( peripheral blood stem cell ) untuk  transplantasi sumsum tulang dan darah tepi.
  3. Melaksanakan aferesis terapeutik ( pengobatan ) untuk pasien kanker darah, kelainan imunologi, kelainan neurologis, kelainan metabolik, keracunan dan lain-lain.

Sarana dan Kegiatan

  1. “ABO- Rhesus typing” dan “cross-matching” tiga tahap.
  2. Penyimpanan darah dan komponen darah dalam “refrigerator” dan “freezer”.
  3. Mesin aferesis COBE – SPECTRA
  4. Pengolahan sel asal / induk darah ( stem / progenitor stem cell processing ).
  5. Penyimpanan sel asal / induk darah dalam tanki nitrogen cair – 196  C serta pengenceran ( thawing )

Endoskopi

tl_files/facilities/gb1.gif     tl_files/facilities/gb2.gif

Pelayanan Endoskopi Meliputi:
-Saluran Cerna (Atas & Bawah)
-Saluran Napas
Untuk mendukung diagnosis ini RS Kanker Dharmais mengembangkan layanan Endoskopi  (Gastroskopi, Kolonoskopi, dan Bronkoskopi).
Gastroskopi merupakan prosedur endoskopi untuk mengamati saluran cerna atas yaitu: Lambung (Gaster).Kolonoskopi merupakan prosedur endoskopi untuk mengamati usus besar (kolon).Bronkoskopi adalah suatu pemeriksaan untuk melihat langsung kelainan pada saluran pernapasan mulai dari laring, sampai ke bronkus dengan mengambil bilasan bronchial, kerokan, sikatan maupun biopsi dengan menggunakan bronkoskopi.
Dokter yang melakukan tindakan Gastroskopi adalah: dr. Agus Sudiro Waspodo, Sp.PD, KGEH
Dokter yang melakukan tindakan Kolonoskopi adalah:
1. dr. Agus Sudiro Waspodo, Sp.PD, KGEH
2. dr. Adil Sentosa Pasaribu, Sp.B, KBD
3. dr. Lukman Mansyur, Sp.B, KBD
Dokter yang melakukan tindakan Bronkoskopi adalah:
1. dr. Achmad Mulawarman Sp.P (K)
2. dr. Eddy Soeratman Sp.P (K)
Untuk Keterangan lebih jelas dapat menghubungi Telepon 021-5681570-71 Pesawat 2091 untuk Tindakan Gastroskopi/Kolonoskopi dan Pesawat 2085 untuk tindakan Bronkoskopi

Ruang Rawat Intensif dan HCU

 

tl_files/facilities/HCU1.giftl_files/facilities/HCU3.giftl_files/facilities/tempat tidur.giftl_files/facilities/blanketrol1.giftl_files/facilities/syringpump1.gif

Ruang rawat intensif merupakan bagian dari RS. Kanker Dharmais yang memiliki fasilitas sebagai berikut :
-Ruang perawatan yang menggunakan Laminary Air Flow (untuk menghindari nosokomial infeksi karena pasien yang masuk ruang rawat intensif rata - rata dalam kondisi daya tahan tubuh yang menurun )
-Ruang HCU adalah :
Bagian dari ruang rawat intensif di mana  Kondisi pasien yang masuk rata - rata tidak mengalami penurunan daya tahan tubuh, tetapi memerlukan observasi yang ketat bagi pasien bedah, dan bagi pasien yang memerlukan perbaikan keadaan umum untuk menghindari perawatan di ruang rawat intensif.
PELAYANAN DI RUANG RAWAT INTENSIF DAN HCU  MEMBERIKAN PELAYANAN PADA PASIEN KRITIS SERTA MENCEGAH,MENGURANGI DAN MEMPERBAIKI KOMPLIKASI
Staf Ruang Rawat Intensif yang dapat di hubungi
Kepala                     :dr.Gardian Lukmanhakim
Wa.Ka.Instalasi          :Supriyati S.Kep
Kepala ruang rawat   :Sri Anik Amk
Nomor telepon RSKD :5681570 EXT 2310/ 2304

tl_files/facilities/HCU4.gif

tl_files/facilities/HCU5.gif

 

Dokter penanggung jawab ruang rawat intensif dan HCU adalah Spesialis Anastesi + KIC.Staf ruang rawat intensif dan HCU adalah Dokter Anastesi dan perawat yang mempunyai kompetensi pelayanan pasien kritis.

Instalasi Gizi

Instalasi Gizi dan Tata Boga merupakan bagian penunjang dari pelayanan di RS Kanker Dharmais . Instalasi Gizi dan Tata Boga bertanggung jawab kepada Direktur Umum dan Operasional.

Tujuan  :

1.Menyelenggarakan  pelayanan gizi secara professional kepada pasien dengan memberikan pelayanan gizi secara optimal.

2.Menyelenggarakan pelayanan gizi rawat inap, penyuluhan dan konsultasi gizi.

3.Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan tentang nutrisi untuk menunjang pengobatan khususnya dibidang penyakit kanker.

4.Menyelenggarakan kegiatan program pendidikan dan praktek kerja lapangan di Instalasi Gizi dan Tata Boga .

Kegiatan Pelayanan Gizi di Rumah Sakit Kanker Dharmais

Penyelenggaraan kegiatan Pelayanan Gizi di Rumah Sakit Kanker Dharmais  dibagi menjadi 4 kegiatan  pokok yaitu:

1.Pengolahan dan distribusi makanan.

tl_files/facilities/gizi1 copy.gif   tl_files/facilities/gizi2.gif

2.Pelayanan gizi di ruang rawat inap.

tl_files/facilities/gizi3.gif   tl_files/facilities/gizi4.gif   tl_files/facilities/gizi5.gif  

tl_files/facilities/gizi6.gif   tl_files/facilities/gizi7.gif   tl_files/facilities/gizi8.gif

tl_files/facilities/gizi9.gif

3.Penyuluhan/konsultasi dan rujukan gizi.

4.Penelitian pengembangan gizi terapan.

Patologi Anatomi

JENIS PEMERIKSAAAN

Merupakan laboratorium Patologi anatomi dengan perlatan serta jenis pemeriksaan Patologi Anatomi yang  lengkap meliputi pemeriksaan:

  1. Pemeriksaan jaringan histopatologi rutin yaitu pemeriksaan histopatologi jaringan kecil( ukuran jaringan ≤3 Cm.atau ≤2 CC) dan jaringan besar, serta jaringan  histopatologi yang memerlukan  perlakuan khusus misalnya: jaringan sumsum tulang , jaringan Biopsi endoskopi dengan pemeriksaan Helicobacter pylori, jaringan tulang yang memerlukan proses dekalsifikasi.
  2. Cairan Sitologi( mis. Cairan fungsi effusi pleura, ascites, Bronkhus dll.) dan Sitologi Aspirasi( mis. Sikatan dan bilasan bronchus, FNAB)
  3. Pemeriksaan FNAB dan FNAB dengan  USG- Guiding.
  4. Pemeriksaan pulasan khusus / Histokimia meliputi pemeriksaan PAS, V.Gieson, dll.
  5. Pemeriksaan Imunopatologi meliputi pemeriksaan panel payudara, limfoma, dll.
  6. Pemeriksaan Patologi molekuler meliputi pemeriksaan FISH dan K-RAS mutasi.
  7. Pemeriksaan Potong Beku/ Frozen section; pemeriksaan dengan diagnosis di meja operasi , waktu pemeriksaan 15 menit

Pemeriksaan dilakukan  oleh Dokter Spesialis Patologi Anatomi yang berpengalaman dengan dukungan tekhnisi lab. yang berpengalaman.Laboratorium Patologi Anatomi RSK. Dharmais merupakan laboratorium Patologi Anatomi yang telah mendapatkan sertifikat ISO 9001-2000 pada bulan Juni 2008.

Dgn Foto2;

  1. DSPA sedang melihat mikroskop.
  2. Contoh foto Gambaran mikroskopis salah satu jenis pemeriksan imunologi CerB2 di Instalasi PA- RSKDtl_files/facilities/dokter_wanita.jpgtl_files/facilities/hasilPA.gif

Patologi Klinik

LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS
Laboratorium Patologi Klinik Rumah Sakit Kanker Dharmais merupakan bagian integral dari pelayanan di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Laboratorium Patologi Klinik RSKD, yang beroperasi 24 jam sehari 7 hari seminggu, melayani berbagai pemeriksaan laboratorium, baik pemeriksaan rutin maupun pemeriksaan kekhususan onkologi maupun imunologi. Diperlengkapi dengan berbagai instrumen / peralatan yang dapat melaksanakan pemeriksaan rutin maupun diagnostik molekuler,  laboratorium Patologi Klinik RSKD merupakan salah satu laboratorium klinik yang tercanggih/ terlengkap  di Jakarta yang juga merupakan laboratorium rujukan untuk berbagai pemeriksaan diagnostik molekuler dan kekhususan onkologi.

VISI DAN MISI
Instalasi  Patologi Klinik RSKD menjadi laboratorium rujukan dan panutan nasional dibidang pelayanan laboratorium kekhususan onkologi yang produktif dan berkualitas
MOTTO
1.Memfungsikan Instalasi Patologi Klinik sebagai laboratorium rujukan dan panutan  nasional dalam pelayanan ,pendidikan dan penelitian laboratorium onkologi yang bermutu sesuai kebutuhan pelayanan di dalam dan luar RS
2.Meningkatkan kinerja manajemen agar memberikan keuntungan.
3.Meningkatkan kesejahteraan personil pelaksana.
4.Meningkatkan kerjasama dengan pihak lain terkait ( Ruang Perawatan, Rumah Sakit / Laboratorium perujuk, Dokter perujuk)
PELAYANAN LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK
Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik meliputi pemeriksaan Hematologi, Hemostasis, Kimia Klinik, Imunoserologi, Mikrobiologi dan Diagnostik Molekuler.
Jenis2 pemeriksaan
Agregasi trombosit
Viskositas darah dan plasma
tl_files/facilities/pk1.gifPemeriksaan unggulan
Leukemia phenotyping
Leukemia phenotyping  merupakan salah satu metode yang direkomendasikan WHO dalam diagnosis dan klasifikasi leukemia di samping sitomorfologi, pewarnaan sitokimia dan sitogenetika. Leukemia akut merupakan kelainan yang heterogen, yang dalam penatalaksanaannya diperlukan diagnosis yang tepat. Leukemia phenotyping sangat berguna dalam penentuan diagnosis lineage, yaitu untuk membedakan ALL dengan AML khususnya  pada kasus-kasus dengan SBB negatif, seperti M0 dan M5a, untuk membedakan B-ALL dengan T-ALL, dan menemukan kasus leukemia biphenotype.
Metode immunophenotyping telah diterapkan di Laboratorium Patologi Klinik RS Kanker Dharmais (RSKD) sejak tahun 1997, dan panel-panel petanda mieloid, B-lineage serta T-lineage telah dan terus disempurnakan sejalan perkembangan ilmu kedokteran, sehingga memungkinkn diagnosis leukemia yang lebih akurat. Pemeriksaan dilakukan dengan flowcytometer FACS Calibur dengan didukung tenaga ahli yang berpengalaman.
CD4-CD8 & Lymphocyte subset
Limfosit merupakan sel yang berperan penting dalam sistem imunitas tubuh. Pada masa kini, di mana infeksi Human Immumodeficiency Virus (HIV) menjadi epidemi akibat penggunaan jarum suntik bersama pada pemakai narkoba suntik, pemeriksaan status imunitas dengan penilaian jumlah limfosit T-helper (CD4+) sangat berperan dalam pemantauan perjalanan penyakit dan keberhasilan terapi. Di samping itu, penilaian jumlah limfosit T-supressor (CD8+) juga mempunyai kontribusi penting dalam evaluasi perjalanan penyakit.
Selain untuk pemantauan penderita HIV/AIDS, penilaian status imunitas juga sangat penting pada kasus-kasus imunodefisiensi, baik bawaan maupun didapat.  Dengan pemeriksaan lymphocyte subset, dapat dievaluasi jumlah masing-masing subset limfosit, yaitu set T, sel B dan sel NK (natural killer cell).
Dengan flowcytometer FACS Calibur, pemeriksaan CD4, CD8 maupun lymphcyte subset telah dilakukan secara rutin di Laboratorium Patologi Klinik RSKD.
Bahan yang di pelukan untuk pemeriksaan CD4,CD8 :
3 ml darah vena atau aspirat sumsum tulang (antikoagulan EDTA)
Stabilitas :
kirim segera (harus sampai di lab <24 jam) dalam suhu ruang
Penerimaan bahan:
Senin-Kamis 24 jam.
Jumat, sebelum pk. 12.00
Selesai : 2 hari kerja
Tarif : Rp. 600.500,-
Serologi EBV (Epstein-Barr Virus)
Virus Epstein-Barr (EBV) merupakan salah satu virus yang paling sering menginfeksi manusia. Infeksi pada masa kanak umumnya bermanifestasi ringan; pada usia muda 35%-50% infeksi bermanifestasi sebagai mononukleosis infeksiosa.
Infeksi EBV dapat bersifat dorman dalam sel nasofaring atau limfosit dan telah dikaitkan sebagai salah satu faktor etiologi pada karsinoma nasofaring dan limfoma Burkitt.
Pemeriksaan serologi untuk antibodi terhadap EBV, khususnya IgA anti VCA telah terbukti bermanfaat untuk deteksi dini dan untuk pemantauan rekurensi kanker nasofaring. Di Laboratorium Patologi Klinik RS Kanker Dharmais telah dapat dikerjakan panel serologi EBV yang terdiri dari 3 jenis antibodi, yaitu: IgA anti VCA, IgA anti EA dan IgA anti EBNA,
Jadwal pemeriksaan dan syarat bahan untuk pemeriksaan serologi EBV adalah sebagai berikut:
Bahan :
Minimal 1 ml serum/ plasma
Syarat :
Tidak hemolisis
Stabilitas :

  • 2 hari (2-8oC)
  • >2 hari simpan pada -20oC

Penerimaan bahan: 24 jam
Selesai : 1  minggu
Tarif :

  • VCA IgA Rp. 175.000,-
  • EA IgA Rp. 175.000,-
  • EBNA IgA Rp. 175.000,-

Human Papilloma Virus (HPV) Genotyping
Kanker serviks merupakan salah satu keganasan tersering pada wanita Indonesia. Infeksi HPV merupakan salah satu faktor resiko untuk terjadinya kanker serviks. Prevalensi infeksi HPV pada wanita Indonesia cukup tinggi. Walaupun demikian, tidak semua penderita infeksi HPV akan berkembang menjadi kanker serviks. Risiko terjadinya kanker serviks lebih besar pada infeksi beberapa genotype HPV yang dikenal sebagai genotype resiko tinggi (high risk).
HIV-RNA (Viral load)

tl_files/facilities/pk2.gif

Sarana Laboratorium

Proses pembiakan bakteri yang menggunakan tempat yang steril berstandart internasional

tl_files/facilities/pk3.giftl_files/facilities/pk4.gif tl_files/facilities/pk5.gif

Didukung oleh para dokter spesialis yang profesional 

Radiodiagnostik

tl_files/facilities/RD1.giftl_files/facilities/RD2.giftl_files/facilities/RD3.giftl_files/facilities/RD4.giftl_files/facilities/RD5.giftl_files/facilities/RD6.gif

Lengkapnya peralatan radiodiagnostik (X-Ray konvensional, Mamografi, Angiografi, CT Scan, MRI, USG dan Kedokteran Nuklir). Kami unggul dalam kecepatan, ketepatan diagnostik dan penentuan stadium tumor.

Tenaga Profesional dari Instalasi Radiodiagnostik RS.Kanker Dharmais

tl_files/facilities/RD7.gif

Rehabilitasi Medik

tl_files/facilities/rehab1.gif    tl_files/facilities/rehab2.gif    tl_files/facilities/rehab3.gif    tl_files/facilities/rehab4.gif

Tindakan yang dilakukan di Instalasi Rehabilitasi Medik (IRM) tidak hanya untuk pasien kanker saja, namun pasien non kankerpun dapat memanfaatkannya.  Pelayanan atau tindakan yang dilakukan di Instalasi Rehabilitasi Medik  
RSKD meliputi:

  • Konsultasi Dokter
  • Konsultasi Psikologi
  • Fisioterapi
  • Okupasiterapi
  • Terapi Wicara
  • Ortotik Protestik
  • Petugas Sosial Medik
  • Bimbingan Rohani

Unggulan pelayanan IRM adalah penanganan lymphedema dan  disphagia.

Radioterapi

Radioterapi merupakan salah satu modalitas standar pengobatan kanker disamping pengobatan kanker lainnya, yaitu pembedahan dan kemoterapi.Radioterapi menggunakan energi pengion dan non pengion. Contoh dari energi pengion yaitu: Sinar X (Roentgen), sinar ɤ (Co60). Sedangkan energi non pengion seperti menggunakan panas (Hyperthermi). Pengobatan dengan radiasi dapat diberikan sendiri atau dapat juga dilakukan secara kombinasi, baik dengan pembedahan maupun kemoterapi. Radioterapi dapat diberikan pada semua jenis kanker dan stadium.

JENIS PENGOBATAN RADIASI

Berdasarkan cara pemberiannya pengobatan radiasi dapat dibagi tiga, yaitu:

1. Teleterapi/Radiasi Ekternal (Sinar luar)

Teleterapi adalah pemberian radiasi dengan jarak tertentu (80 - 100 cm) antara sumber radiasi dengan target tumor. Alat yang dipakai biasa disebut pesawat Radioterapi dan contohnya adalah pesawat pesawat Cobalt60 dan Linear Accelerator dengan energi mencapai jutaan volt.

2. Brakhiterapi (Sinar dekat)

Brakhiterapi adalah pemberian radiasi dengan cara mendekatkan atau menanamkan sumber  radiasi pada tumor.Sumber radiasi yang digunakan adalah zat Radioaktif seperti: Cobalt60, Iridium192, dan lain-lain. Ada beberapa cara pemberian Brakhiterapi, antara lain:

a. Intra Luminar

Adalah sumber radiasi dimasukkan kedalam organ yang mempunyai lumen pada tubuh. Misalnya untuk :

- Ca. Oesophagus

- Ca. Bronchus

b. Intra Caviter

Sumber radiasi dimasukkan ke dalam organ tubuh yang berongga. Misalnya untuk :

- Ca. Cervix Uteri

- Ca. Nasofaring

c. Interstitial

Adalah sumber radiasi yang ditanamkan pada tumor Misalnya untuk :

- Ca. Lidah

- Ca. Vulva/Vagina, dsb.

3. Radiasi Internal (Sinar dalam) di ruang isolasi radio aktif (RIRA)

Yaitu pemberian zat radioaktif/radiofarmaka melalui oral atau penyuntikan kedalam tubuh, sehingga ikut metabolisme tubuh.Contohnya adalah pemberian Iodium131 untuk Ca. Thyroid dan pasien diisolasi di ruangan yang kita sebut Ruang Isolasi Radio Aktif (RIRA). Pada pengobatan ini pasien akan diminta untuk tinggal di dalamruang ter isolasi (RIRA) untuk menghindari paparan dengan orang lain dan lingkungan sekitar, yang sangat penting disini limbah dari pasien harus terpisah dari saluran limbah umum. Pasien akan di observasi oleh perawat radioterapi selama 24 jam penuh dengan menggunakan monitor CCTV.

 

PROSEDUR RADIOTERAPI

1. Investigasi

a. Anamnesis/wawancara tentang :

- Identitas: Nama, usia, pekerjaan, alamat, dsb

- Riwayat penyakit.

- Pemeriksaan atau pengobatan yang pernah didapat.

b. Pemeriksaan:

- Pemeriksaan fisik.

- Pemeriksaan laboratorium.

- Pemeriksaan Radiologi

- Patologi Anatomi.

2. Menetapkan:

a. Diagnosis

b. Stadium

c. Indikasi pengobatan: ada/tidak ada

d. Tujuan pengobatan radiasi: kuratif/paliatif

e. Volume dosis yang akan diberikan

3.Membuat Perencanaan Radiasi. ]

1) Pembuatan MaskerAYANAN RADIOTERAPIH SAKIT K

2) Simulasi

3) CT-Scan untuk perencanaan

4) Treatment Planning System (TPS) / perencanaan radiasi dengan komputerisasi

4. Pelaksanaan Radiasi

Radiasi harus diberikan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya baik melalui simulasi, CT planning radiasi dan distribusi dosis yang dibuat secara komputerisasi sehingga harus tepat dosis, sasaran dan waktu radiasi

5. Monitor/Follow-up

Setiap pasien yang mendapat radiasi harus dimonitor/follow-up baik dalam pengobatan maupun setelah pengobatan radiasi selesai.

Dari data monitor pasien yang mendapat pengobatan dengan radiasi maka akan dapat pula dievaluasi hasil-hasil pengobatan radiasi, baik respon tumor sendiri maupun efek samping yang timbul.

6. Evaluasi

Setelah pasien dinyatakan selesai menjalani terapi radiasi, maka dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan radiasi yang diberikan.

Evaluasi dapat meliputi:

- Respon pengobatan

- Toleransi pasien

- Efek samping dan akut lambat, dll

I. Kepala Instalasi Radioterapi

dr.Defrizal,Sp.Rad. (K).Onk.Rad

SIP. 1.2.01.3174.0687/32106/06.11.1

- Dokter Umum : Univ. Sriwijaya,Palembang1982

- Spesialis Radiologi : Univ. Indonesia, Jakarta 1990

- SubSpesialis Radiologi/ Konsultan Onkologi Radiasi : Univ. Indonesia, Jakarta 1994

II. Staf Medis Fungsional (SMF)

1) dr.Fielda Djuita,Sp.Rad.(K).Onk.Rad.

SIP. 1.2.01.3174.0688/32106/06.11.1

- Dokter Umum : Univ. Indonesia, Jakarta 1977

- Spesialis Radiologi/ Sub spesialis Onkologi Radiasi : Univ. Indonesia, Jakarta 1989

- SubSpesialis Radiologi/ Konsultan Onkologi Radiasi : Univ. Indonesia, Jakarta 1990

2) dr.Dewi Syafriyetti Soeis,Sp.Rad.(K).Onk.Rad

SIP. 1.2.01.3174.0723/35002/06.11.1

- Dokter Umum : Univ. Andalas, Padang 1981

- Spesialis Radiologi : Univ. Indonesia, Jakarta 1989

- SubSpesialis Radiologi/ Konsultan Onkologi Radiasi : Univ. Indonesia, Jakarta 1992

3) dr.Bangun Astarto, Sp.Rad.(K).Onk.Rad,MARS

SIP.1.2.01.3174.0684/32106/06.11.1

- Dokter Umum : Univ. Airlangga, Surabaya 1980

- Spesialis Radiologi : Univ. Indonesia, Jakarta 1989

- SubSpesialis Radiologi/ Konsultan Onkologi Radiasi : Univ. Indonesia, Jakarta 1990

- MARS : Univ. Indonesia, Jakarta 1997

 

Paliatif

tl_files/facilities/paliatif22.giftl_files/facilities/paliatif33.gif

FALSAFAH
Setiap pasien berhak untuk mendapatkan perawatan yang terbaik sampai akhir hayatnya.
PERAWATAN PALIATIF
adalah pendekatan yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa, dengan mencegah dan megurangi penderitaan melalui identifikasi dini dan penilaian yang seksama serta penanganan nyeri dan masalah-masalah lain, fisik, psikososial dan spiritual (sumber referensi WHO, 2002)
PRINSIP-PRINSIP PERAWATAN PALIATIF

  • Menghilangkan nyeri dan gejala fisik lain
  • Menghargai kehidupan dan menganggap kematian sebagai proses normal
  • Tidak bertujuan mempercepat atau menghambat kematian
  • Mengintegrasikan aspek psikologis, sosial dan spiritual
  • Memberikan dukungan agar pasien dapat hidup aktif sesuai kondisinya
  • Memberikan dukungan kepada keluarga sampai masa dukacita
  • Menggunakan pendekatan tim untuk mengatasi kebutuhan pasien dan keluarganya
  • Menghindari tindakan yang sia sia
  • Pasien dan keluarga memiliki peran yang penting dalam membuat keputusan yang akan diambil.

LINGKUP KEGIATAN PERAWATAN PALIATIF DI RS KANKER DHARMAIS
a)Jenis Pelayanan
Unit Layanan Paliatif Rumah Sakit Kanker "Dharmais" melayani pasien dengan penyakit kanker dan non-kanker, dengan kegiatan layanan mencakup :
1.Konsultasi layanan paliatif
2.Penanggulangan nyeri  
3.Penanggulangan keluhan lain penyerta penyakit primer :
gangguan saluran nafas
gangguan saluran cerna
gangguan saluran kemih
gangguan aktifitas, dll
4.Bimbingan psikologis, sosial & spiritual
5.Persiapan kemampuan keluarga untuk perawatan pasien di rumah
6.Kunjungan rumah berkala, sesuai kebutuhan pasien dan keluarga
7.Bimbingan perawatan untuk pasien dan keluarga
8.Asuhan keperawatan terhadap pasien dengan : luka, gastrostomi, colostomy, selang makan (NGT), kateter dll
9.Membantu penyediaan sarana / alat bantu kesehatan : tabung O2, suction, nebulizer, kasur dekubitus, dll.
10.Membantu penyediaan tenaga perawat home care
11.Membantu penyediaan pelaku rawat / caregiver
12.Membantu kesiapan menghadapi akhir hayat dengan tenang dan dalam iman
13.Memberi dukungan masa duka cita
14.Konsultasi melalui telepon
b)Tempat Kegiatan Pelayanan
Kegiatan perawatan paliatif dapat dilakukan melalui :
Layanan Paliatif di rumah : Hospice Home Care, Home Visit
Layanan Paliatif Rawat Jalan : poli paliatif, IRDA, IRS
Layanan Paliatif Rawat Inap :
- persiapan pasien pulang
- Palliative Care Ward / hospis berbasis RS
c)Sasaran Pelayanan:
Seluruh pasien (dewasa, anak) & anggota keluarganya serta lingkungan yang memerlukan perawatan paliatif, dengan batasan berupa lokasi rumah penderita / di wilayah Ja Bo DeTa Bek serta layanan per tilpon dari seluruh Indonesia

Gedung web
Banner farmasi
Poll
Siapa Dokter Favorite ?
Visitor Statistics
Online
2
Visits today
2
Visits total
28733
  Visitors per day Ø
  107
  Counting since
  01-12-2009