Penelitian
GAMBARAN UMUM
Penelitian dibidang kanker mencakup berbagai area dan harus dikerjakan secara multi-disiplin. Untuk pelaksanaan hal tersebut harus melibatkan berbagai profesi seperti klinisi, perawat, farmasis, biologist, analis, ahli statitistik, dll. RS. kanker "Dharmais" sebagai pusat rujukan Nasional untuk penyakit kanker, kami berusaha untuk mengembangkan penelitian dibidang kanker. Penelitian yang dikembangkan meliputi penelitian dasar (basic research), translasional research, penelitian epidemiologi dan penelitian klinis. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan oleh Bagian Penelitian dan Pengembangan (LitBang) RS. Kanker "Dharmais".
STRUKTUR ORGANISASI

Kegiatan Penelitian
Kegiatan penelitian di bagian LitBang terfokus menjadi 3 bidang yaitu:
- Penelitian Biologi Molekuler meliputi pemeriksaan mutasi Gen terkait dengan kanker, baik untuk prediksi prognostic, menentukan respon terapi, maupun diagnostic.
- Kegiatan Registrasi Kanker menangani pengumpulan dan pengklasifikasian informasi keseluruhan data kanker sehingga dapat dihasilkan data statistik kejadian kanker pada suatu populasi tertentu. Dari kegiatan registrasi kanker dapat menghasilkan penelitian - penelitian epidemiologi kanker.
- Kegiatan Penelitian Klinik menangani kegiatan uji klinik yang terorganisasi berlandaskan pada kaidah the Internationl Conference on Harmonization-Good clinical Practice (ICH-GCP).
Fasilitas Penelitian
Bagian Penelitian dan Pengembangan menempati 2 lantai (lantai 2 dan 3) gedung penunjang.Lantai 2 bagian Penelitian dan pengembangan dipergunakan untuk :
- Laboratorium Biologi Molekular
- Laboratorium Mikrobiologi
- Laboratorium Kultur sel
- Laboratorium kriogenik
Lantai 3 bagian Penelitian dan pengembangan dipergunakan untuk :
- Kegiatan Registrasi Kanker
- Kegiatan Uji Klinik
Instrumen dan fasilitas yang tersedia di bagian Penelitian dan Pengembangan :
- RT PCR
- Elektroforesis
- Refrigerated centrifuge
- Flowcytometer
- Laminair Air Flow Cabinet
- Liquid nitrogen
- Refrigerator - 20oC dan - 80oC untuk penyimpanan sample
- Fasilitas penyiapan media
- Penyimpanan dokumen penelitian ( CRF storage )
- Sentral penyiapan alat gelas laboratorium steril
- Ruang diskusi
UJI KLINIK
Unit Uji Klinik didirikan pada Tahun 2006. Merupakan tempat kegiatan uji klinik yang terpusat dimana semua kegiatan yang diperlukan dalam pelaksanaan uji klinik dikoordinasikan secara terpadu dengan mengikuti kaidah ICH - GCP / Uji Klinik yang Baik (CUKB). Kami menyediakan Peneliti, Study Coordinator, Farmasis, dan Petugas Laboratorium yang telah memiliki Sertifikat GCP untuk melaksanakan kegiatan Uji Klinik.
Fasilitas
- Penyimpanan Dokumen Uji Klinik
- Penyimpanan Obat Penelitian Uji Klinik (Suhu Ruangan dan Suhu Dingin)
- Pengisian Dokumen Penelitian Uji Klinik (CRF dan E-CRF)
- Persiapan dan Penyimpanan Sampel Uji Klinik
- Sarana Komunikasi (Internet dan Direct International Calling) àWeb Based dan IVRS randomisasi
Keterangan dan Informasi:
RUANG UJI KLINIK - GEDUNG LITBANG LANTAI 2 RS. KANKER "DHARMAIS, JL. LETJEN S.PARMAN KAV. 84 - 86, SLIPI -JAKARTA-11420, INDONESIA TELP : +62 21 5681570 EXT:2286 FAX: +62 21 56962453 e-mail: ujiklinik_dharmais@yahoo.com
Penelitian Biologi Molekuler
Pemeriksaan mutasi Gen BCR-ABL
Leukemia granulositik kronik (LGK) adalah penyakit mieloproliferatif yang mencakup 15% daru semua leukemia. Kromosom Philadelphia (Ph), yang terbentuk akibat translokasi lengan panjang 9 ke lengan panjang kromoson 22 (t(9;22)), merupakan cirri khas LGK. Pada tingkat molekuler, terjadi fusi gen BCR dengan gen ABL menghasilkan gen BCR-ABL, yang akan mengkode protein fusi berukuran 210 kDa (p210) atau 190 kDa (p190) atau 230 kDa (p230) tergantung posisi pemutusan pada gen BCR. Protein-protein ini mempunyai aktivitas tirosin kinase yang tinggi dan berperan dalam timbulnya keganasan. Dengan deteksi gen fusi BCR-ABL 8ini, diagnosis LGK dapat ditegakkan, bahkan jika tidak ditemukan kelainan sitogenetik berupa t(9;22) karena sensitivitasnya yang tinggi. Selain pada LGK, gen fusi BCR-ABL, khususnya yang mengkode p190 dapat ditemukan pada leukemia limfoblastik akut (LLA).
Laboratorium Litbang RSKD telah melaksanakan pemeriksaan untuk deteksi gen BCR-ABL ini sejak tahun 2002. Metode yang digunakan adalah metode RT-PCR, yang mempunyai sensitivitas tinggi. Bahan pemeriksaan dapat berupa darah perifer atau aspirat sumsum tulang.
Bahan : 5-10 mL darah vena (antikoagulan EDTA) atau 2 mL aspirat tulang (antikoagulan EDTA)
Stabilitas : kirim segera (harus sampai di lab <24 jam)
Penerimaan bahan : Senin-Jumat, sebelum pk. 12.00 WIB
|
Research occupies approximately 5,000 square metres or one-third of the total floor area of NCCS. Our Major Core Equipment / Facilities are listed below:
|




Selama 4 tahun terakhir (2006-2009) terdapat peningkatan permintaan untuk pemeriksaan mutasi gen BCR-ABL yaitu 71 permintaan pada tahun 2006 meningkat menjadi 214 di tahun 2009, dengan total sebanyak 544 permintaan selama 4 tahun. Hasil positif untuk pemeriksaan mutasi gen BCR-ABL juga menalami peningkatan dari tahun ke tahun.


Pemeriksaan Mutasi Gen K-ras
Pemeriksaan mutasi gen K-ras. K-ras adalah protein yang dihasilkan oleh gen K-ras yang berfungsi pada sinyal pembelahan sel. Mutasi yang terjadi pada gen ini merupakan penyebab kanker (onklogen) yang berperan pada berbagai kanker seperti kanker darah (leukemia), kanker usus besar, kanker pancreas, dan kanker paru. Selain itu adanya mutasi gen K-ras merupakan faktor penentu keberhasilan terapi target (cetuximab) pada pasien kanker usus besar stadium lanjut. Pasien tanpa mutasi gen K-ras mempunyai respon yang lebih baik dengan cetuximab.Laboratorium Litbang RSKD baru saja melaksanakan pemeriksaan untuk deteksi gen K-ras pada tahun 2009. Metode yang digunakan adalah metode PCR dan direct sequencing dengan metode dideoxy chain termination
Bahan : 1 blok paraffin yang sudah dipastikan ada sel tumornya oleh ahli PA, dipotong melintang 50µm
Stabilitas : tidak harus segera
Penerimaan bahan: Senin-Jumat, sebelum pk. 12.00 WIB










