Dalam rangka upaya implementasi kerja sama yang telah disepakati antara Pusat Kanker Nasional RS. Kanker “Dharmais” dengan NCC Japan, diadakan pertemuan kerja sama dalam e-ASIA Joint Research Program (the e-ASIA JRP) pada Kamis, 19 April 2018 di RS. Kanker “Dharmais” (RSKD). Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari NCC Japan yang berkunjung ke RSKD untuk berdiskusi mengenai kebutuhan dan kesepakatan yang diperlukan, diantaranya :
1. Toshio Shimizu, MD, PhD Head of Physician (Oncology Phase 1 Unit) Department of Experimental Therapeutics
National Cancer Center Hospital

2. Kan Yonemori, MD :
• Chief Physician, Department of Breast and Medical Oncology, National Cancer Center Hospital, National Cancer
Center, Japan
• Chief Physician, Department of Experimental Therapeutics, National Cancer Center Hospital, National Cancer
Center, Japan
• Chief, Office of Pharmaceutical Affair, National Cancer Center Hospital, Tokyo
• Assistant Director
• Assistant Director, Office Advanced Medical Care Evaluation, National Cancer Center, Tokyo
• Staff, Center for Rare Tumors, National Cancer Center, Tokyo

3. Kenichi Nakamura, MD, PhD
• Director, JCOG Operations Office
• Division Chief, Research Management Division, National Cancer Center Hospital, Tokyo

4. Tomomi Hata, MT, MHM, CCRP Chief, International Trials Management Section, Research Management Division,
National Cancer Center Hospital, Tokyo

Adapun hal-hal yang perlu menjadi perhatian adalah :
1. E-Asia JRP bertujuan untuk (1) merumuskan dan mendukung proyek penelitian bersama secara internasional di
wilayah Asia Timur secara multilateral serta mempromosikan interaksi peneliti melalui lokakarya, publikasi
ilmiah, dll, (2) mengembangkan komunitas riset yang dinamis dan kolaboratif dalam Sains dan Teknologi, serta (3)
mempromosikan inovasi di kawasan Asia Timur dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi kawasan. Adapun proyek
penelitian akan dipilih melalui panggilan terbuka untuk proposal (open call for proposals).

2. E-Asia JRP diresmikan pada 28 Juni 2012. Organisasi ini terdiri dari 10 negara anggota ASEAN ditambah 8 negara
peserta EAS (Australia, Jepang, Selandia Baru, China, India, Korea, Rusia, Amerika Serikat).

3. Pendanaan proyek akan dilakukan dengan “Co-funding” di mana organisasi anggota JRP yang berpartisipasi (minimal
3 negara) mendanai peneliti mereka sendiri. Pada prinsipnya, dukungan keuangan sekitar 156.000 USD hingga
312.000 USD (sekitar 2.2 miliar hingga 4.3 miliar rupiah) (termasuk biaya overhead) diberikan pihak Jepang per
proyek per tahun selama 3 tahun. Jumlah tersebut tidak harus sama untuk semua anggota organisasi (negara) yang
berpartisipasi, tetapi harus setara untuk melakukan penelitian bersama di masing-masing negara. Jumlah dan
jangka waktu dukungan ditentukan secara fleksibel melalui koordinasi bersama dengan para anggota organisasi.

4. Japan Agency for Medical Research and Development (AMED) telah mengumumkan a call for proposals untuk 2018 e-
ASIA Joint Research Program (e-ASIA JRP) dengan tema besar “Health Research: Infectious Diseases, Cancer
Research”. Dari peneliti utama di NCC Jepang menawarkan topik penelitian “An integrated research for accelerated
effective development of a scheme against infection-associated cancers in Southeast Asia (ASEAN).

5. Adapun tujuan penelitian bersama ini adalah:
a. Untuk melakukan penilaian status pendaftaran kanker terutama dalam “kanker terkait infeksi” dan melakukan
pelatihan bersama dalam rangka standarisasi praktek dan metode yang sama dengan tujuan meningkatkan kualitas
data dan pelaporan analitik di negara-negara yang berpartisipasi.
b. Untuk mengukur insidensi, mortalitas dan faktor resiko “kanker terkait infeksi” di Asia Tenggara dan agen
infeksi terkait, berdasarkan pada data aktual atau estimasi menurut ketersediaan penelitian.
c. Untuk memperkuat penelitian kelainan molekuler dan genom, berkontribusi terhadap percepatan pengobatan genomik
dalam mengobati “kanker terkait infeksi” (H-Pylori, HBV / HCV, HPV, EBV, kanker terkait HIV dan
cholangiocarcinoma terkait cacing hati) di Asia Tenggara.
d. Untuk mendukung pengembangan penelitian klinis dan uji klinis internasional multi-regional (MRICT – Multi-
Regional International Clinical Trials) kegiatan di seluruh lembaga kanker, khususnya di ASEAN (Jepang,
Indonesia, Thailand, dll) dengan menggunakan jaringan kolaboratif internasional.
e. Untuk mengeksplorasi kemungkinan pendirian uji Klinis Onkologi / Konsorsium penelitian klinis di beberapa negara
ASEAN yang sesuai di masa depan.

6. Antara NCC Jepang dan NCC Indonesia (RS Kanker Dharmais) telah memiliki perjanjian kerjasama / Memorandum of
Understanding yang menjadi dasar kegiatan penelitian bersama ini.

Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, RSKD selaku NCC Indonesia akan melakukan hal-hal berikut ini :
1. NCC Indonesia RS Kanker Dharmais telah memasukkan formulir penelitian bersama dan telah disetujui pihak NCC
Jepang sebagai lead principal investigator dalam proyek penelitian ini. Pihak NCC Indonesia diwakili oleh dr.
Lianda Siregar, SpPD, KGEH dan Dr. dr. Dody Ranuhardy, SpPD KHOM, FINASIM.

2. Rencana penelitian ini akan melibatkan 4 (empat) negara yaitu Jepang, Indonesia, Thailand dan Filipina.

3. Mohon masukan dan dukungan dari Kementerian Kesehatan dalam penelitian bersama ini.

E-Asia Joint Research anatara RS.Kanker Dharmais dengan Jepang

E-Asia Joint Research anatara RS.Kanker Dharmais dengan Jepang

Pembukaan E-Asia Joint Research Program di ruang rapat direksi lt.7 RS.Kanker Dharmais

Pembukaan E-Asia Joint Research Program di ruang rapat direksi lt.7 RS.Kanker Dharmais

RS.Kanker Dharmais menerima tamu dari jepang dalam rangka kerja sama penelitian

RS.Kanker Dharmais menerima tamu dari jepang dalam rangka kerja sama penelitian