Alur Teknis Pengumpulan Data Registrasi Kanker Pada Fasyankes

Bagan 2 menjelaskan alur teknis yang dilakukan pada masing-masing fasyankes di wilayah tertentu. Fasyankes mengumpulkan data dari berbagai sumber data kemudian data dibersihkan hingga hanya terdapat satu pasien tiap nomor rekam medik (bebas duplikasi kunjungan). Data tersebut dikompilasikan dengan sumber data lainnya, untuk saling melengkapi. Misalnya pasien A memiliki informasi terpisah, pasien melakukan pemeriksaan radiologi dan biopsi pada suatu fasyankes baik di waktu yang sama maupun berbeda, data tersebut dikompilasi sehingga hanya terdapat satu pasien dengan 2 informasi pemeriksaan. Daftar pasien yang sudah bersih dari duplikasi dijadikan acuan perkiraan beban data kanker pada fasyankes, kemudian daftar pasien tersebut dicari berkas rekam mediknya untuk dilengkapi variabel yang terdapat pada formulir Srikandi. Setelah formulir Srikandi terisi dan terkoding, kemudian diserahkan kepada verifikator untuk verifikasi. Jika data pada formulir Srikandi telah terverifikasi, formulir tersebut dikembalikan kepada registrar untuk diinput ke aplikasi bernama CanReg. Aplikasi CanReg yang digunakan pada Registrasi Kanker Nasional saat ini yaitu CanReg5. Data kematian di populasi diperlukan untuk validasi data registrasi kanker, data dapat diperoleh dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil pada masing-masing wilayah.

Bagan 3. Alur Pelaporan Data Registrasi Kanker Nasional

Data dari masing-masing fasyankes pada suatu wilayah dilaporkan ke RS Rujukan Nasional masing-masing wilayah, yang telah ditunjuk sebagai Pelaksana Registrasi Kanker sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No HK 02.02/Menkes/410/2016 Tentang Rumah Sakit Pelaksana Registrasi Kanker dan Rumah Sakit Pusat Pengendali Data Beban Kanker Nasional dan Dinas Kesehatan Provinsi sebagai Pengampu Kegiatan Registrasi Kanker Berbasis Populasi.

Data beban kanker nasional yang terkumpul di RS Kanker Dharmais akan diklasifikasi, dianalisis sesuai dengan standar WHO-IARC. Statistik kanker yang akan dikeluarkan berupa seperti insidens, insidens rate, rate, crude rate, age-spesific rate, age-standardized rate, comulative rate and risk, survival rate, dan persentase frekuensi.

Persentase kontribusi data RS Kanker Dharmais dalam Registrasi Kanker Nasional dapat dilihat pada diagram 1 dan grafik 1. Berdasarkan diagram1, pasien RS Kanker Dharmais yang berdomisili pada cakupan 26 kabupaten/kota sebanyak 53%. Pada grafik 1 memperlihatkan bahwa pasien yang berobat ke RS Kanker Dharmais terbanyak berdomisili di Jakarta Barat (14,45%).